Sepekan Berlalu, Jamaah Kehilangan Sosok Pengasuh di Bangkalan Ini

  • 24 Jan 2020
Sepekan Berlalu, Jamaah Kehilangan Sosok Pengasuh di Bangkalan Ini
Almaghfurlah KH Syarqowi Munawar. (Foto: NOJ/Muhari Aqil Salman)

Bangkalan, NU Online Jatim
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. KH Syarqowi Munawar yang merupakan salah seorang ulama di Bangkalan tepatnya di Bates, Blega telah pulang ke rahmatullah pada Jumat (17/1) sekitar pukul 10.00 WIB.

 

KH Syarqowi Munawar adalah Pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Albaihaqi Nonggunong Bates Blega. Kiai wafat di kediamannya, pesantren setempat yang didirikan di masa awal kemerdekaan.

 

Sejak zaman kemerdekaan Republik Indonesia KH Baihaqi sudah merintis pengajian untuk masyarakat dan santri mukim yang datang dari warga sekitar tempat tinggalnya. Bahkan mereka juga datang dari luar daerah seperti Surabaya, Bali dan Kalimantan.

 

Sepeninggal KH Baihaqi, pesantren dilanjutkan keponakannya yaitu KH Syarqowi. Dan ada banyak perubahan besar dan aneka kemajuan dari segi pembangunan dan keagamaan yang menjadi cita-cita besar pendahulu. Salah satunya pada 1982 dengan didirikannya madrasah diniyah.

 

KH Syarqowi Munawar mendirikan yayasan dengan nama Yayasan Islam Al-Baihaqy dan untuk legalitas yayasan beliau mendaftarkan kepada notaris Mazwar S.H. Selanjutnya pada 9 Juli 1992 M, yayasan sudah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Kabupaten Bangkalan.

 

Namanya semakin masyhur sebagai kiai kharismatik yang juga memiliki harapan besar dalam dakwah keagamaan. Itulah yang menjadi penyebab acara tahlilan dari hari pertama wafat sampai hari ketujuh harinya selalu dipenuhi jamaah. Bahkan sepekan semenjak wafat saking padatnya, panitia kewalahan dalam menangani jamaah tahlil.

 

“Semoga al-maghfurlah KH Syarqowi Munawar diterima segala amal kebaikannya dan diampuni segala kesalahan, kekhilafan serta dosa-dosanya oleh Allah SWT dan dijemput serta dikumpulkan dengan para guru-gurunya,” kata salah seorang jamaah tahlil.

 

Penulis: Muhari Aqil Salman
Editor: Syaifullah