• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Mei 2022

Metropolis

Ngaji Online bersama KH Farmadi: Orang Kaya dan Dermawan Prioritas Masuk Surga

Ngaji Online bersama KH Farmadi: Orang Kaya dan Dermawan Prioritas Masuk Surga
KH Farmadi Hasyim saat mengasuh pengajian online. (Foto: NOJ/Istimewa)
KH Farmadi Hasyim saat mengasuh pengajian online. (Foto: NOJ/Istimewa)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Beruntunglah bagi kalangan yang diberikan kelebihan rezeki dan memeiliki kegandrungan untuk berbagi. Karena kalangan inilah yang kelak akan memasuki pintu surga lebih dahulu di antara kelompok lain.

 

Penjelasan tersebut disampaikan KH Farmadi Hasyim pada pengajian virtual yang disampaikan usai shalat tarawih, Kamis (30/4). Kitab yang dijadikan rujukan adalah Durratun Nasihin karya Al-Imam Utsman bin Hasan bin Ahmad Assyakir, tepatnya di halaman 16.

 

“Ada 4 golongan yang kelak berebut untuk masuk surga,” kata KH Farmadi Hasyim.
Kelompok pertama adalah orang alim yang tidak menyia-nyiakan kedalaman ilmu yang dimiliki. Sedangkan yang kedua yakni haji mabrur.

 

“Ketiga adalah orang yang mati syahid dalam peperangan, serta keempat orang kaya dermawan yang selalu menginfakkan hartanya di jalan Allah,” ungkap Wakil Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Timur tersebut.

 

Karena berebut untuk masuk surga, maka Allah mengutus Malaikat Jibril untuk mencari tahu apa yang membuat keempat kalangan ini merasa lebih berhak di antara lainnya.

 

Selanjutnya Malaikat Jibril bertanya pertama kali kepada orang yang mati syahid. 

 

“Apa yang engkau kerjakan di dunia sewaktu masih hidup sehingga berebut ingin masuk surga lebih dulu?” tanya Jibril.

 

Dengan penuh percaya diri, yang bersangkutan menjawab bahwa telah berperang melawan musuh Allah dan rasul-Nya yang akhirnya terbunuh dalam peperangan sebagai syahid.

 

“Bukankah orang yang mati syahid dijamin masuk surga?” katanya balik bertanya.
Malaikat bertanya lagi dari mana yang bersangkutan memiliki pengetahuan terkait penjelasan tersebut. 

 

“Saya mendengar dari ulama sewaktu belajar kala masih hidup,” akunya.

 

Mendengar jawaban dari syahid ini, malaikat akhirnya memberikan jawaban sebagai renungan.

 

“Tidakkah engkau malu kepada sang ulama yang mengajarimu dan menyampaikan ilmu (terkait jaminan masuk surga tersebut) padahal yang bersangkutan sampai sekarang belum masuk surga,” sergah Jibril. Sejurus kemudian, syahid diperintah untuk mundur.

 

Berikutnya malaikat bertanya kepada orang yang menunaikan ibadah haji dan tercatat sebagai haji mabrur dengan pertanyaan yang sama. Dan selanjutnya introgasi diberikan malaikat kepada orang kaya nan dermawan.

 

Mendengar jawaban yanag seragam tersebut, akhirnya malaikat mempersilakan orang alim yang mengamalkan ilmunya dengan tanpa ditanya terlebih dahulu. 

 

Namun apa yang terjadi? Ternyata yang bersangkutan malah tidak berkenan masuk surga lebih awal dengan alasan malu kepada orang kaya yang dermawan.

 

Karena dalam pandangannya, berkat orang kaya dermawan dengan membantu  fakir miskin membangun masjid dan menyiapkan segala kebutuhan belajar sehingga bisa memiliki wawasan dan ilmu agama.

 

“Sedangkan kami sekadar menyampaikan ilmu Allah, sementara si kaya yang mengamalkannya,” ungkap dia.

 

Mendengar pengakuan tersebut, malaikat melaporkan kejadian yang ada kepada Allah SWT.

 

“Allah akhirnya memerintahkan Malaikat Jibril untuk dimasukkan ke surga kepada orang kaya dermawan terlebih awal dan disusul kelompok lain,” kata KH Farmadi.

 

Disampaikannya bahwa sangat beruntung mereka yang memiliki kelebihan rezeki namun dermawan. Dari kelapangan mendermakan sebagian harta untuk perjuangan agama, sehingga mendapatkan prioritas untuk masuk surga dari kalangan lain.

 

“Karenanya, para aghiya atau orang kaya yang memiliki kepedulian kepada pendidikan dan perjuangan agama akan mendapat perlakuan istimewa dengan masuk surga lebih awal,” tegasnya.

 

Editor: Syaifullah
 


Editor:

Metropolis Terbaru