• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 18 Juni 2024

Metropolis

Profil Ning Nabilatus Sharifah Pesantren Darul Hikmah Tarik Sidoarjo

Profil Ning Nabilatus Sharifah Pesantren Darul Hikmah Tarik Sidoarjo
Ning Nabila Sharifah. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Ning Nabila Sharifah. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ning Nabilatus Sharifah adalah putri pertama dari pasangan KH Muhammad Amrullah yang kerap disapa Gus Amm dan Nyai Solikah. Gus Amm adalah pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah, salah satu pesantren NU yang beralamat di Desa Singogalih, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.


Tumbuh di lingkungan pesantren, Ning Nabila kecil belajar Islam kepada abi dan uminya. Gus Amm adalah pendakwah yang mashur dikalangan warga NU Sidoarjo dan sekitarnya. Ning Nabila yang saat ini berumur 21 tahun memiliki 4 orang adik.


“Adik pertama dan kedua saya M Faza Ainundzikrillah umur 18 tahun dan M Nasrulloh Diyauddin umur 14 tahun yang saat ini masih nyantri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri,” katanya kepada NU Online Jatim melalui sambungan WhatsApp, Jum’at (07/06/2024).


Kemudian adik ketiga Ning Nabila adalah A’la Habibatus Syarifah yang saat ini duduk di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Balongmacekan Tarik, Sidoarjo. Dan adik terakhir Ning Nabila Zhafira Syarifatul Ulya baru berumur satu bulan.


“Saya sendiri nyantri di Pondok Pesantren Salafiyyah Fatchul Ulum Pacet,” terangnya.


Di pesantren Salafiyyah Fatchul Ulum Pacet, Mojokerto inilah Ning Nabila menghafalkan Al-Qur’an. Ia tergolong cepat dalam menghafal Al-Qur’an karena berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dalam kurun waktu 2 setengah tahun. Ia menyelesaikan hafalan Al-Qur’an pada tahun 2018 di usinya yang masih 15 tahun.


“Ya tentu banyak sekali ya pengalaman di pesantren, baik pengalaman yang unik, menyenangkan bahkan menyedihkan,” ungkapnya.


Menurutnya, salah satu pengalaman unik ketika menjadi santri adalah saat hendak mandi harus antri. Hal ini tidak ditemukan jika tidak di lingkungan pesantren. Sedangkan hal yang menyenangkan saat di pesantren menurut Ning Nabila adalah dapat setoran hafalan dengan lancar.


“Yang paling memotivasi saya selama di pesantren itu Ustadzah Fida. Karena beliau sangat giat menggunakan waktunya untuk menghafal. Kemanapun dan dimanapun selalu nderes Al-Qur’an,” tandasnya. 


Metropolis Terbaru