Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kisah Ansor Sumenep yang Dulu Vakum, Kini Bisa Bangkit

Kisah Ansor Sumenep yang Dulu Vakum, Kini Bisa Bangkit
PC GP Ansor Sumenep saat kegiatan akreditasi di kantor PAC Ansor Pragaan, Sabtu (10/ 10/ 2020). (Foto : NOJ/ Ach Khalilurrahman).
PC GP Ansor Sumenep saat kegiatan akreditasi di kantor PAC Ansor Pragaan, Sabtu (10/ 10/ 2020). (Foto : NOJ/ Ach Khalilurrahman).

Sumenep, NU Online Jatim

Kemajuan suatu organisasi tidak bisa lepas dari peran para pengurus dan anggota yang berkiprah di dalamnya. Perkumpulan kecil bisa berubah besar bila aktor-aktornya memiliki semangat yang tinggi untuk membenahi organisasinya. Sebaliknya, tidak sedikit komunitas besar yang hanya tinggal nama akibat pengurus yang menelantarkannya begitu saja. Bukti nyata dari hal ini adalah Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sumenep.

 

Beberapa tahun silam, mungkin tak ada seorang pun yang menyangka Ansor Sumenep akan seperti sekarang. Kala itu, kepengurusan badan otonom untuk pemuda Nahdlatul Ulama (NU) ini benar-benar vakum. Ansor tak ubahnya seorang anak yang ditelantarkan orang tuanya.

 

"Pengurusnya menghilang entah kemana, kegiatannya juga nyaris tidak ada," tutur Muzanni saat memberikan sambutan selaku tim asesor akreditasi Pimpinan Ranting di Pragaan Sabtu (10/10/ 2020) kemarin.

 

"Ketika sahabat M. Muhri terpilih sebagai Ketua Cabang, alhamdulillah PC GP Ansor Sumenep bisa aktif lagi," lanjutnya.

 

Pria yang juga ketua tim kaderisasi ini menceritakan strategi yang digunakan untuk menghidupkan kembali organisasi. "Di awal kepengurusan, kami biasa mengadakan acara makan-makan, ini sebagai upaya untuk menjalin keakraban antar pengurus. Semua anggota saling menyumbang bahan makanan. Saat semua pengurus telah berkumpul, disanalah kami berbincang-bincang tentang masa depan Gerakan Pemuda Ansor di Sumenep," tutur pemuda asal kecamatan Lenteng ini.

 

 

Dalam sambutannya itu, ia juga menyemangati para pengurus ranting yang hadir. "Saat ini, Ranting adalah lokomotif organisasi. Dana pemerintah yang dulu berpusat di kabupaten atau kecamatan, kini telah menyebar turun ke desa-desa. Di sinilah para pengurus ranting bisa memainkan peran," katanya sebelum mengakhiri sambutan.

 

Penulis : Ach. Khalilurrahman

Editor : Romza

F1 Promosi Iklan