Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

‘Vaksin Gedden’ Cara NU Banyuwangi Peduli Kesehatan Warga

‘Vaksin Gedden’ Cara NU Banyuwangi Peduli Kesehatan Warga
Sejumlah Nahdliyin usai melaksanakan vaksinasi yang digelar PCNU Kabupaten Banyuwangi. (Foto: NOJ/Vina YS)
Sejumlah Nahdliyin usai melaksanakan vaksinasi yang digelar PCNU Kabupaten Banyuwangi. (Foto: NOJ/Vina YS)

Banyuwangi, NU Online Jatim

Nahdhlatul Ulama dengan kadernya yang  demikian banyak, tidak lagi mengurus masalah ibadah, juga sosial kemasyarakatan. Seperti halnya pandemi yang melanda sampai hari ini, NU ikut peduli dalam menangani wabah Covid-19 tersebut.

 

Begitu juga yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi. Sebagai bentuk kepedulian, digelarlah ‘Vaksin Gedden’ atau vaksin besar-besaran lantaran peduli atas penyebaran Covid-19.

 

“Jadi acara ini dilaksanakan oleh PCNU Banyuwangi berkolaborasi dengan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU),” kata Ika Rahayu Susanti, Jumat (02/04/2021).

 

Juru bicara RSNU Banyuwangi tersebut menjelaskan bahwa vaksin yang diberikan kepada warga berjumlah 1.700 buah yang dibagi menjadi tiga hari.

 

Pemberian vaksin secara besar-besaran dan gratis itu dilaksanakan dari Kamis hingga Sabtu (01-03/04/2021) yang dilakukan oleh tenaga medis atau kesehatan dari RSNU Mangir, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

 

“Kriteria penerima vaksin yaitu Nahdliyin baik dalam jajaran struktural maupun kultural yang berumur 17 tahun ke atas,” jelasnya.

 

Disampaikan lebih lanjut bahwa kalangan yang menerima vaksinasi terdiri dari kiai, pengasuh pesantren, pengurus masjid, mushala, guru ngaji, guru madrasah, termasuk pengurus hingga badan otonom (banom) NU.

 

“Mereka mendapat giliran vaksin sesuai jadwal yang ada,” kata H Ali Maki Zaini.

 

Dikemukakan Ketua PCNU Banyuwangi tersebut bahwa vaksin gedden yang diadakan menggunakan vaksin AstraZeneca yang sudah 100 persen dinyatakan halal dari hasil bahtsul masail di PBNU beberapa waktu lalu. Harapannya dengan adanya vaksin gedden mampu menghentikan kontroversi masyarakat terkait vaksin ini.

 

“Dengan adanya vaksin gedden kami berharap dapat menghentikan kontroversi vaksin ini halal atau haram. Dan kita pastikan vaksin halalan thayyiban,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Gus Makki, sapaan akrabnya berharap dengan kesediaan para kiai dan tokoh masyarakat maupun remaja NU milenial divaksin, akan berpengaruh ke kalangan lain.

 

“Yang mana kemudian akan mengatakan ke jamaah dan masyarakat bahwa sudah divaksin dan tidak apa-apa,” pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

F1 Promosi Iklan