Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

10 Muharram, LAZISNU Pragaan Sumenep Santuni Ratusan Yatim

10 Muharram, LAZISNU Pragaan Sumenep Santuni Ratusan Yatim
Pembagian santunan di PRNUI Pragaan Daya 2, Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Pembagian santunan di PRNUI Pragaan Daya 2, Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Salah satu hal yang utama di bulan Muharram adalah menyantuni yatim. Karena Nabi Muhammad SAW senantiasa menyantuni, mengasihi, dan memberikan bantuan kepada yatim sehingga merasa tetap memiliki figur dan nafkah dari seorang ayah.

 

Sama halnya dengan pengurus NU-Care Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadakah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan menyakralkan 10 Muharram dengan menyantuni yatim yang ada di 15 Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) di Kecamatan Pragaan, Ahad (30/8).

 

Kiai Ach Subairi Karim meluruskan pandangan masyarakat bahwa sebagian warga menganggap tanggal 10 Muharram sebagai hari rayanya yatim. Istilah ini bermula dari beberapa anggapan dan tentu saja tidak lepas dari adanya perbedaan pendapat.

 

Wakil Ketua MWCNU Pragaan tersebut menegaskan bahwa tidak usah memperlebar anggapan tersebut. Hal terpenting pengurus LAZISNU mampu merealisasikan program tahunannya dan mengikuti anjuran Nabi Muhammad SAW. "Walaupun kita bisa melakukannya kapan saja. Namun di bulan Muharram manjadi keutamaan tersendiri," ungkapnya.

 

Pembina NU-Care LAZISNU MWCNU Pragaan tersebut menjelaskan bahwa santunan yatim pada tahun ini sengaja tidak digelar secara serimonial. Yang dilakukan dengan diberikan langsung kepada seluruh PRNU se-Kecamatan Pragaan untuk dibagikan kepada yatim yang sudah didata oleh pengurus di setiap dusun.

 

"Kegiatan ini memiliki manfaat ganda. Yakni PRNU akan hidup dan pengurus MWCNU memiliki fungsi koordinasi dengan seluruh ranting sebagaimana yang diamanatkan dari hasil konferensi tahun lalu," terang dia.

 

Mekanisme Pembagian

Kiai Muhris Baharun mengutarakan bahwa tahun ini seluruh yatim yang ada di 15 PRNU dipukul rata dalam pembagian bantuan. Sedangkan proses pendataan yatim dipasrahkan sepenuhnya kepada tiap-tiap pengurus ranting.

 

"Bantuan kami antar secara langsung ke masing-masing PRNU walaupun ada sebagian yang menyantuni sendiri. Tetapi kami tetap include di dalamnya," ungkap Ketua NU-Care LAZISNU MWCNU Pragaan.

 

Sedangkan sumber dana didapatkan dari gerakan Koin NU Peduli Umat yang disebarkan di beberapa titik tertentu serta keleng Koin NU yang ada di setiap ranting. Selain itu, ada juga dari kalangan aghnia, dermawan, dan donatur lain yang menyumbangkan harta untuk kegiatan ini.

 

Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo tersebut juga menambahkan bahwa kegiatan terselenggara karena setiap tahun menggandeng BMT NU Pragaan. Pada saat yang sama, donatur tetap yang mendukung program lembaga.

 

"Terima kasih kepada segenap donatur terutama para Kader Penggerak Nahdlatul Ulama atau KPNU yang ikut serta mensukseskan agenda tahunan ini," katanya.

 

Sedangkan Ustadz Syarif Hidayatullah menjelaskan kepada tim media bahwa bantuan diterima masing-masing ranting. Model pendistribusian cukup beragam di setiap ranting.

 

"Ada yang diberikan secara langsung dengan mendatangi anak yatim ke rumahnya. Ada pula digelar secara serimonial," terang Sekretaris NU-Care LAZISNU MWCNU Pragaan.

 

Selanjutnya, dirinya menguraikan secara jelas bahwa 15 PRNU se-Kecamatan Pragaan mendapatkan bantuan tersebut berdasarkan data yang mereka berikan kepada pengurus MWCNU.

 

Secara rinci disebutkan, PRNU Kaduara Timur menjangkau 14 anak, Sendang 2 anak, Larangan Perreng 7 anak, Sentol Daya 12 anak, Sentol Laok 2 anak, Pekamban Daya 18 anak. Juga Pekamban Laok 14 anak, Jaddung 38 anak, Pragaan Laok 32 anak, Pragaan Daya I 32 anak. Berikutnya Pragaan Daya II 19 anak, Prenduan 32 anak, Aeng Panas 26 anak, Karduluk 51 anak. “Total keseluruhan 299 anak yatim," urainya.

 

Pada saat yang sama, dirinya menjelaskan bahwa setiap anak mendapatkan bantuan Rp.50.000,-. Dengan demikian total keseluruhan uang yang dikeluarkan Rp.14.950.000,-

 

"Kami juga menyediakan uang tak terduga Rp.800.000,- ditakutkan ada anak yatim yang baru dan tak terdata oleh masing-masing PRNU," imbuhnya. Dengan demikian total yang pengurus sediakan untuk yatim Rp. 15.750.000, lanjutnya.

 

Dirinya berharap kepada seluruh PRNU se-Kecamatan Pragaan untuk mendata secara benar agar bantuan merata. Bagi yang tidak masuk data, segera didata agar pengurus MWCNU benar-benar menyiapkannya secara matang.

 

“Sehingga di bulan Ramadhan mendatang mereka juga mendapatkan haknya," pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim