Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

157 Ribuan Pasien Covid-19 di Jatim Sembuh selama Pandemi

157 Ribuan Pasien Covid-19 di Jatim Sembuh selama Pandemi
Data persentase pasien Covid-19 yang dirawat, sembuh, dan meninggal selama pandemi hingga 6 Juli 2021. (Foto: Satgas Covid-19 Jatim)
Data persentase pasien Covid-19 yang dirawat, sembuh, dan meninggal selama pandemi hingga 6 Juli 2021. (Foto: Satgas Covid-19 Jatim)

Surabaya, NU Online Jatim

Sebanyak 157.467 pasien Covid-19 di Jawa Timur sembuh sejak pandemi melanda pada Maret 2020 lalu. Jumlah itu jauh lebih banyak dari pada pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 sejak selama, yakni 13.423 orang. Sementara pasien yang dirawat di seluruh RS rujukan di Jatim sebanyak 11.186 orang.

 

Angka tersebut berdasarkan data dari Satuan Tugas Covid-19 Jatim per 6 Juli 2021. Angka kesembuhan menjadi 157.467 orang setelah ada 1.192 pasien yang baru sembuh pada Rabu kemarin. Sementara pasien baru yang meninggal sebanyak 132 orang.

 

Di sisi lain, peta risiko penularan Covid-19 meningkat dalam sebulan terakhir sejak ditemukannya varian Delta dari India. Per 6 Juli 2021 kemarin, jumlah daerah yang berstatus zona merah meningkat menjadi 20 kabupaten/kota.

 

Daerah yang berstatus zona merah yaitu Banyuwangi, Ngawi, Lamongan, Sampang, Kota Probolinggo, Malang, Bangkalan, Kota Madiun, Pamkeasan, Kota Mojokerto, Magetan, Ponorogo, Kota Malang, Sidoarjo, Kota Kediri, Situbondo, Nganjuk, Lumajang, Kota Batu, dan Bondowoso.

 

Sementara 18 kabupaten/kota lainnya berstatus zona oranye. Yaitu Kota Pasuruan, Gresik, Sumenep, Kota Blitar, Madiun, Pacitan, Kediri, Probolinggo, Kota Surabaya, Tuban, Tulungagung, Blitar, Jember, Trenggalek, Pasuruan, Bojonegoro, Mojokerto, dan Jombang. Tidak ada daerah yang berzona kuning dan hijau.

 

Juru bicara Satgas Covid-19 Makhyan Jibril Al-Farabi menjelaskan, meluasnya zona merah di Jatim berbanding lurus dengan lonjakan kasus Covid-19 selama satu pekan ini. Laporan harian saja kini lebih dari seribu pasien baru.

 

Lonjakan kasus yang signifikan diduga karena tingginya pergerakan masyarakat dua pekan lalu dan ditemukannya Covid-19 varian baru yang tingkat penularannya lebih cepat. Karena itu, papar Jibril, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM Darurat) diperlukan.

 

"Artinya kita semua di seluruh Jawa Timur harus betul-betul menerapkan PPKM Darurat dengan totalitas supaya kasus bisa direm," ujar Jibril.

 

Editor: Nur Faishal


Editor:
F1 Promosi