Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

4 Terduga Teroris Ditangkap di Jatim Pascabom Makassar

4 Terduga Teroris Ditangkap di Jatim Pascabom Makassar
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko. (Foto: NOJ/Bidhumas Polda Jatim)
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko. (Foto: NOJ/Bidhumas Polda Jatim)

Surabaya, NU Online Jatim

Sebanyak empat terduga teroris ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian RI di sejumlah daerah di Jawa Timur pascanteror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, akhir pekan lalu, dan serangan ke Mabes Polri pada Kamis (01/04/2021). Dua di antaranya ditangkap pada Jumat pagi ini (02/04/2021).

 

Dua terduga teroris yang ditangkap Jumat ini ialah S (41 tahun), diamankan di kawasan Simopomahan, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya. Ia beralamat di di Simorejo, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal. Satu terduga teroris lainnya yang diamankan dalam waktu hampir bersamaan ialah RA alias AO (42), diamankan di Purboyo, Mayangsekar, Kabupaten Tuban.

 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko mengatakan, S teridentifikasi berafiliasi dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI), sementara RA berjejaring dengan kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD).

 

"Kedua tersangka ini tidak ada kaitannya dengan teroris atau pelaku bom bunuh diri di Makassar dan pelaku penembakan di Mabes Polri," kata Gatot di Markas Polda Jatim di Surabaya.

 

Fauzi, Ketua RT kawasan rumah terduga S ditangkap, menceritakan bahwa sekitar 20-an petugas bersenjata lengkap berjaga-jaga rumah S dan melakukan penggeledahan sejak pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Sejumlah barang bukti diamankan petugas, di antaranya buku-buku bertemakan jihad.

 

Di Simorejo, lanjut Fauzi, S tinggal bersama istri, dua anak, dan mertuanya sejak lima tahun lalu. Sehari-hari S berbaur dengan masyarakat sekitar dan tergolong ramah. Tidak ada keanehan. Itu sebabnya ia tidak menyangka jika S berkaitan dengan kelompok teroris.

 

“"Sehari-hari (S) kerja, beribadah taat, kerja bakti, ya, ikut kadang-kadang. Wajar sih. Sudah kurang lebih lima tahunan (tinggal)," kata Fauzi kepada wartawan.

 

Sebelumnya, Selasa (30/03/2021) pekan lalu, aparat Densus 88 juga menangkap satu terduga teroris di Kabupaten Nganjuk dan satu terduga teroris di Kabupateng Tulungagung. Di Nganjuk, terduga yang ditangkap berinisial LAM. Sementara di Tulungagung berinisial MR. keduanya teridentifikasi berafiliasi dengan JAD.

 

“Yang di daerah Tulungagung diamankan satu teroris berinisial MR, dilakukan penangkapan sekitar pukul 14.30 WIB di Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung. Dari terduga teroris diamankan beberapa barang bukti dua pucuk senjata api rakitan,” kata Gatot beberapa waktu lalu.

 

Editor: Nur Faishal


Editor:
F1 PWNU Jatim