Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

9 Nuansa Digital Puncak Resepsi Harlah NU di Jatim

9 Nuansa Digital Puncak Resepsi Harlah NU di Jatim
Pada puncak resepsi harlah ke-98 NU di Jatim, Jaya Suprana (kanan) menyerahkan rekor baru. (Foto: NOJ/PAn)
Pada puncak resepsi harlah ke-98 NU di Jatim, Jaya Suprana (kanan) menyerahkan rekor baru. (Foto: NOJ/PAn)

Surabaya, NU Online Jatim

Warga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin di Jawa Timur patut berbangga. Karena pada perhelatan puncak resepsi hari lahir ke-98 jamiyah tersebut mampu menunjukkan prestasi yang demikian mengagumkan. Dua tahun menjelang satu abad dalam hitungan hijriyah, organisasi sosial keagamaan ini bersiap memasuki era baru, yakni digitalisasi.  

 

Kepada media ini, H Helmy M Noor menjelaskan setidaknya ada sembilan hal yang patut dicatat pada hajatan harlah yang puncaknya berlangsung Ahad (28/02/2021) malam tersebut.

 

“Pertama, saat acara ada empat videotron sebagai media interaksi hybrid antara undangan offline dan online,” kata tim kreatif resepsi  Harlah ke-98 Tahun NU tersebut, Senin (01/02/2021).

 

Catatan kedua adalah pembacaan Al-Qur'an melalui streaming oleh Muhammad Miqdad al-Ghifari asal Jember yang saat acara berlangsung tengah berada di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir

 

“Sambutan Ketua Panitia Harlah PWNU Jatim yang disampaikan KH Abdussalam Sochib dalam bentuk video tape, sehingga bisa menginsert rangkaian kegiatan sebelum puncak Harlah,” terangnya.

 

Hal keempat yakni doa istighotsah oleh Rais PWNU Jatim, KH Anwar Mansur berlangsung secara virtual dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

 

“Ini yang tidak kalah penting, bahwa ada 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU se-Jatim yang mengikuti rangkaian resepsi harlah dari kantor masing-masing,” jelasnya.

 

Yang juga layak dicatat adalah bahwa acara ini disiarkan oleh 150 kanal Youtube dari yang semula ditargetkan 98 akun dari berbagai daerah di Indonesia, terutama pesantren di Jatim.

 

“Demikian pula kegiatan puncak resepsi harlah disiarkan oleh 9 televisi dari berbagai kota  di Jawa Timur,” ungkap alumnus Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang tersebut.

 

Dan poin kedelapan adalah bahwa pada acara itu diberikan santunan kepada 98 anak yatim oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah nahdlatul Ulama (LAZISNU) secara hybrid.

 

“Yakni 9 hadir di PWNU Jatim, dan dan 89 tersebar di berbagai PCNU di kabupoaten dan kota,” ungkapnya.

 

Yang kesembilan yakni keberhasilan mendapat Rekor Museum Rekor Indonesia atau Muri.

 

“Hal itu atas keberhasilan siaran langsung melalui kanal Youtube terbanyak dalam rangka harlah 98 tahun NU dan langsung diumumkan oleh Jaya Suprana,  Ketua Umum Muri secara virtual,” jelasnya.

 

Atas sejumlah prestasi yang ditorehkan, H Helmy yakin bahwa NU di masa mendatang akan semakin adaptif dengan inovasi. Yang juga tidak kalah penting tetap menjaga tradisi sebagai warisan ulama dan kiai.

 

“Inilah yang membuat NU semakin dapat diterima semua kalangan,” pungkasnya.

PWNU Jatim