Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ada Bimbingan Qiraah di MAUWH Tambakberas Jombang 

Ada Bimbingan Qiraah di MAUWH Tambakberas Jombang 
Di MAUWH Tambakberas Jombang ada pengembangan diri qiraah. (Foto: NOJ/Humas)
Di MAUWH Tambakberas Jombang ada pengembangan diri qiraah. (Foto: NOJ/Humas)

Jombang, NU Online Jatim

Memutuskan untuk sekolah di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abd Wahab Hasbulloh atau MAUWH Tambakberas Jombang adalah pilihan tepat. Tidak semata mendapatkan ilmu sesuai konsentrasi program yuang dipilih, siswa dan siswi juga diarahkan memiliki keterampilan. 

 

Salah satu yang yang menjadi perhatian sekolah yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas tersebut adalah qiraah.

 

“Ini merupakan salah satu cabang pengembangan diri di MAUWH,” kata Ustaz Mustaufikin, Rabu (21/07/2021). 

 

Dijelaskan Wakil Kepala bagian Hubungan Masyarakat MAUWH ini bahwa qiraah bertujuan untuk mewadahi siswa yang mempunyai potensi dalam seni baca Al-Qur’an. 

 

“Secara umum, membaca merupakan salah satu kesenian yang membutuhkan kemahiran, ketangkasan, dan latihan. Oleh karena itu, siswa MAUWH dibimbing untuk mengekspresikan seni bacaannya dalam pengembangan diri qiraah,” terang alumnus Pesantren Tremas, Pacitan tersebut.

 

Dalam pengembangan diri ini, siswa diarahkan untuk mengubah lambang tulis (ayat Al-Qur’an) menjadi lambang bunyi dengan mengucapkannya secara lisan. 

 

“Selain itu, memahami isi ayat yang dibaca pun menjadi acuan penting, supaya bacaannya dapat sampai ke hati pembaca sendiri maupun pendengar,” jelas dia.

 

Ustaz Moch Aminudin selaku pembimbing menjelaskan  bahwa terdapat beberapa irama dalam seni baca Al-Qur’an. Akan tetapi, pengembangan diri qiraa MAUWH lebih sering menggunakan irama Bayati dan Shoba. Jenis irama bayati merupakan irama dasar dan memiliki tempo lambat. Sedangkan jenis irama shoba memiliki irama yang terdengar ringan namun cepat. Lebih lanjut dikemukakan bahwa shoba juga berkarakter lembut dan terdengar sedih. 

 

“Kedua jenis irama ini cocok diterapkan dalam pengembangan diri qiraah karena merupakan dua tahapan dasar lagu dalam belajar seni baca Al-Qur’an,” urainya. 

 

Dikemukakan bahwa dengan demikian, siswa MAUWH yang memiliki potensi dalam pengembangan diri qiraah dapat memperoleh bimbingan yang lebih intensif. 

 

Berikutnya, siswa MAUWH juga diarahkan mengikuti perlombaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran), baik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional. 

 

“Sehingga, kepercayaan diri dan skill siswa pengembangan diri qiraah akan selalu terasah di setiap kondisi dan kesempatan perlombaan,” pungkas dia.


Editor:
F1 PWNU Jatim