Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ada Ruqyah Massal Gratis pada Harlah ke-98 NU di Malang

Ada Ruqyah Massal Gratis pada Harlah ke-98 NU di Malang
Suasana ruqyah massal di kantor MWCNU Poncokusumo, Malang. (Foto: Hilyatul M)
Suasana ruqyah massal di kantor MWCNU Poncokusumo, Malang. (Foto: Hilyatul M)

Malang, NU Online Jatim

Memiliki jiwa dan raga yang sehat adalah impian semua orang agar dapat melakukan ibadah dan bekerja dengan tenang. Banyak orang sakit yang mengharapkan kesembuhan, akan tetapi tidak semua penyakit dapat diobati secara medis. Terdapat salah satu metode pengobatan islami yang disebut dengan ruqyah.

 

Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA) Kecamatan Poncokusumo, Malang menggelar ruqyah massal secara gratis dalam rangka memeriahkan hari lahir ke-98 Nahdlatul Ulama. Acara ini digelar pada Ahad (28/02/2021) di gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Poncokusumo.

 

“Sebelumnya kami sudah pernah mengadakan tahun lalu, Nah tahun ini kita adakan lagi sekalian memeriahkan harlah ke-98 NU. Alhamdulillah langsung dipersilahkan oleh pengurus MWCNU. Malah disuruh sering-sering mengadakan,” kata Yusuf Susilo.

 

Ketua JRA Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Poncokusumo tersebut mengatakan bahwa program ini akan dirutinkan setidaknya dua bulan sekali. Dirinya juga menjelaskan bahwa JRA tidak membatasi bagi siapa saja yang berkenan mengikuti pengobatan, termasuk non muslim sekalipun.

 

“Secara umum, programnya adalah jasa pengobatan, karena hal ini untuk media syiar lebih mudah menyentuh masyarakat. Bukan kita mengungkit jasa, karena rata-rata orang kalau sudah merasa tertolong akan lebih mudah kita ajak, ini media dakwah,” ungkapnya.

 

Pria yang juga aktif di Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) tersebut juga menerangkan bahwa JRA akan melakukan yang terbaik untuk pasien.

 

“Kami ada RTL atau Ruqyah Tindah Lanjut untuk kasus tertentu. Dengan tujuan memaksimalkan pengobatan kepada pasien sampai sembuh atas izin Allah, biasanya kami datang ke rumah pasien tersebut,” terangnya.

 

Sebelum memulai ruqyah kepada pasien, dirinya menyampaikan bahwa kunci sehat adalah mensyukuri apa yang dianugerahkan oleh Allah.

 

“Bahkan sakit adalah nikmat, karena ketika kita tidak pernah merasa sakit, kita tidak akan pernah merasa sehat,” paparnya di depan para pasien sebelum diruqyah.

 

Yusuf juga menjelaskan bahwa terkait pengobatan dengan Al-Quran ini sangat dianjurkan pada jaman Rasulullah. Para praktisi terdiri dari beberapa pengurus NU yang dipastikan menggunakan kaidah dan aturan tertentu yang tidak melenceng dari syariat.

 

Indriati merupakan salah seorang istri dari salah satu pasien ruqyah, Zainul Rahman. Dirinya menjelaskan bahwa pengobatan alternatif JRA ini sangat bermanfaat. 

 

“Suami saya sudah lama sakit non medis, akhirnya ikut pengobatan ini (ruqyah) dan hikmahnya makin solid dengan keluarga. Selama ikut ruqyah Alhamdulillah setidaknya gejala yang dialami berkurang,” akunya.

 

Sedangkan peserta lain, Arifin mengatakan bahwa terjadi perubahan yang lebih baik ia rasakan di dalam tubuhnya. “Alhamdulillah, tubuh saya makin baik, rasanya enteng. Sebelumnya saya merasa capek terus,” katanya kepada NU Online Jatim.

 

Alda turut memberikan testimoni terkait pengobatan ini .

 

“Saya mengantar kakak sudah 3 kali ikut ruqyah, yang pertama kali ikut, ada reaksi muntah seolah penyakitnya keluar. Kemudian yang kedua dan ketiga sudah merasa membaik dan tidak ada reaksi lagi,” kisahnya dengan antusias.

 

Di akhir prosesi ruqyah, Tim JRA menyampaikan bahwa kesembuhan itu atas kehendak Allah. “Sebagai manusia kita bisa berikhtiar, pengobatan metode ruqyah aswaja ini salah satunya. Kita ingin menebar manfaat dan bersyiar melalui media ini,” pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

 

Iklan promosi NU Online Jatim