Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Akhir Derita Warga Penerima Bantuan Bedah Rumah LAZISNU

Akhir Derita Warga Penerima Bantuan Bedah Rumah LAZISNU
Warga tidak mampu memperoleh bantuan program bedah rumah dari PW LAZISNU Jatim. (Foto: NOJ/ Hilyatul Maknunah)
Warga tidak mampu memperoleh bantuan program bedah rumah dari PW LAZISNU Jatim. (Foto: NOJ/ Hilyatul Maknunah)

Malang, NU Online Jatim

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar yang diharapkan memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya warga NU (Nahdliyin). Hal tersebut didukung dengan adanya koordinasi yang sinergis bersama lembaga dan badan otonom (banom) yang ada. Salah satunya adalah lembaga yang bergerak dalam bidang Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama atau LAZISNU.

 

Program unggulan Pengurus Wilayah (PW) LAZISNU Jawa Timur salah satunya adalah bedah rumah. Program ini diperuntukkan bagi warga dengan kondisi rumah tidak layak huni dan kekurangan secara ekonomi.

 

”PW LAZISNU Jatim baru dapat merealisasikan program bedah rumah pada tahun 2019 lalu. Pada saat itu bekerja sama dengan Pengurus Cabang LAZISNU Kediri,” terang Arif Luqman, Selasa (22/12/2020).

 

Tujuan program ini untuk memberikan dana yang sudah terkumpul dari para donatur kepada yang membutuhkan. LAZISNU kerap hadir untuk membantu berbagai kesulitan yang menimpa masyarakat.

 

“Kami sebagai lembaga yang diamanahi untuk menyalurkan zakat dan shadaqah dari para donatur, berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik dan merata bagi warga yang membutuhkan tanpa memandang status warga tersebut,” jelas Arif.

 

Kabupaten Blitar menjadi sasaran untuk projek perdana program pada tahun 2019. Berkolaborasi dengan PC-LAZISNU Kabupaten Kediri kemudian berlanjut hingga awal 2020 di Kota Malang.

 

“Budget dana bantuan per rumah saat itu sebesar 5 juta rupiah, dan dana itu dialokasikan untuk renovasi kamar mandi. Karena rumah dari warga target bantuan masih layak huni,” jelas tim Information and Technology (IT) PW LAZISNU Jatim tersebut.

 

Dijelaskannya bahwa rumah merupakan objek yang dijadikan sasaran karena di sanalah seseorang tinggal dan berlindung. Apabila keadaannya tidak layak, maka sebagai lembaga yang diamanahi untuk memperhatikan kelayakan hidup masyarakat.

 

“Kami berinisiatif untuk merealisasikan program ini,” terang pria yang sudah aktif selama 3 tahun di PW LAZISNU Jatim tersebut.

 

PW LAZISNU Jatim dibantu rekomendasi dari warga dan perangkat desa setempat untuk menyalurkan bantuan. Di sepanjang tahun 2020, sudah terdapat beberapa rumah yang direnovasi bahkan dari awal dengan bantuan dana mencapai 10 juta untuk setiap keluarga. November lalu, setidaknya ada dua rumah menjadi sasaran bantuan, di antaranya rumah Suwarno dan Istono di Dampit, Kabupaten Malang.

 

“Saat kami melakukan survey, rumah keduanya di dekat sungai. Jadi, kalau hujan lebat, rumahnya terendam,” jelasnya. Demikian pula Istono yang menderita stroke selama bertahun-tahun dan tidak memiliki biaya cukup untuk berobat, lanjutnya.

 

Anggota divisi pendistribusian bantuan dana PW LAZISNU Jatim, Toni mengatakan bersama rekannya menerima rekomendasi dari siapa pun utamanya dari Nahdliyin. Rekomendasi tersebut di antaranya untuk menginformasikan apabila ada warga yang membutuhkan bantuan.

 

“Apabila ada rekomendasi warga target bantuan, kami akan melakukan survei bersama tim khusus ke lokasi. Apabila memang memenuhi kriteria, bantuan akan kami salurkan,” ungkap pria yang juga merupakan koordinator Rumah Sedekah Malang (RSM) ini.

 

Respons warga sangat baik terhadap program ini. Arif mengatakan masyarakat sekitar juga ikut berkontribusi dalam terlaksananya program.

 

“Banyak masyarakat yang menyambut dengan baik program ini, beberapa di antaranya ikut menyumbang dana dan tenaga saat bedah rumah,” pungkasnya.

 

Penulis: Hilyatul Maknunah

Editor: Syaifullah

 

Iklan promosi NU Online Jatim