Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Al Yasini Pasuruan: Kekuatan Ekonomi adalah Pilar Pengembangan Pesantren

Al Yasini Pasuruan: Kekuatan Ekonomi adalah Pilar Pengembangan Pesantren
Koperasi Pondok Pesantren Al Yasini. (Foto: NOJ/saipul)
Koperasi Pondok Pesantren Al Yasini. (Foto: NOJ/saipul)

Pasuruan, NU Online Jatim

Pondok Pesantren Al Yasini adalah salah satu pesantren produktif di bidang perekonomian yang terletak di Keacamatan Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur. Berbicara tentang One Pesantren One Product (OPOP), salah satu pengasuh pesantren yaitu Mochammad Ghozali adalah konseptor dari OPOP sendiri. Menurutnya, Al Yasini juga memiliki kontribusi bagi lahirnya OPOP di dunia pesantren ini.

 

“Al Yasini sudah jauh hari menjalankan kegiatan ekonomi dengan menjadi pelopor berdirinya Himpunan Pengusaha Santri (HIPSI) pada 2012 lalu. Dan ketika kami melihat ide dari Gubernur, ternyata ada kesamaan dengan yang sudah kami lakukan di HIPSI,” katanya pada Selasa (23/11/2020).

 

Dirinya memaparkan, bahwa konsep kewirausahaan yang dijalankan Al Yasini adalah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemandirian.

 

“Pendiri Al Yasini, KH Yasin Abdul Ghoni memiliki visi sejak awal tentang kemandirian. Bahkan untuk membiayai pesantren di awal berdirinya menggunakan hasil panen karena beliau adalah. Teladan ini yang kami pegang sampai sekarang,” ujarnya.

 

Dengan konsep kewirausahaan tersebut, Al Yasini mampu menjelma menjadi sebuah pesantren yang tidak hanya berwawasan pendidikan agama namun juga berwawasan ekonomi. Hal ini juga ditunjang oleh para pengasuh yang memiliki konsentrasi berbeda-beda.

 

“Di Al Yasini kami menerapkan leading by example. Kami berbagi peran dengan pengasuh, ada yang fokus pada ilmu agama dan ada yang menggeluti bidang profesional seperti dokter dan pengusaha,” terang Gus Ghozali, sapaan akrabnya.

 

Dalam mengembangkan perekonomiannya, Al Yasini juga memberikan kesempatan dan lahan praktik kepada santri untuk belajar kewirausahaan.

 

“Jadi ada 2 hal, pertama materi kewirausahaan yang masuk ke muatan lokal di masing-masing lembaga. Kedua, kami mewadahi dengan sebuah lembaga ekonomi yaitu Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP),” jelasnya.

 

Selain itu, Al Yasini juga memberi dampak positif bagi masyrakat sekitar dengan badan usaha yang dimilikinya.

 

“Sampai saat ini kami menyerap tenaga kerja sebanyak 170 orang yang ditempatkan di Kopontren se-Pasuruan Raya. Dan kami yakin dengan adanya pesantren, akan timbul gejala-gejala ekonomi yang dapat memberikan kekuatan bagi sekitarnya,” ucapnya.

 

Menurutnya, kekuatan ekonomi adalah salah satu pilar untuk mengembangkan pesantren.

 

“Dan pilar itu ada di dalam OPOP, yaitu santripreneur, pesantrenpreneur, dan sosiopreneur,” tegasnya.

 

Chief Executive Officer dari NUJEK ini berharap ekonomi pesantren bisa maju dan berkontribusi untuk perekonomian di Indonesia.

 

“Kami berharap jejaring ekonomi pesantren ini bisa bersatu dan maju, sehingga bisa menimbulkan sebuah kekuatan baru bagi arus ekonomi Indonesia,” pungkasnya.

PWNU Jatim Harlah