Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Aliansi Pemuda di Sumenep Kawal Bantuan untuk Warga Terdampak Corona

Aliansi Pemuda di Sumenep Kawal Bantuan untuk Warga Terdampak Corona
Aliansi Pemuda Gapura Sumenep datang ke kantor kecamatan demi mengawal dana yang diberikan kepada warga terdampak Corona. (Foto: NOJ/Firdausi)
Aliansi Pemuda Gapura Sumenep datang ke kantor kecamatan demi mengawal dana yang diberikan kepada warga terdampak Corona. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam menghadapi Covid-19 direspons beragam oleh publik. Salah satunya terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) demi membantu warga untuk bertahan dari ancaman virus Corona. 

 

Dana yang cukup besar tersebut dinilai belum ideal penyebarannya. Karena beragam media menjelaskan bahwa ketika diimplementasikan, selalu berbenturan dengan aspek data yang tidak valid dan akurasi data yang sebagian belum tepat sasaran yang dikhawatirkan ada risiko konflik di level bawah. 

 

Berangkat dari permasalahan ini,  Aliansi Pemuda Gapura mendatangi kantor kecamatan setempat untuk melakukan audiensi, Rabu (3/6). Mereka juga meminta ketegasan agar mengawal bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat bawah.

 

Salah seorang perwakilan Aliansi Pemuda Gapura, Nuvil menyampaikan bahwa Sumenep masih belum memaksimalkan BLT dan dana desa, khususnya di kawasan Gapura.

 

"Kita akan menghadapi new normal. Jadi jangan ada sejarah yang abnormal, harus ada tranparansi," kata pemuda asal Andulang Gapura tersebut.

 

Ibnu Abbas sebagai salah satu pemuda yang berpartisipasi terhadap pengawalan bantuan ini mengatakan bahwa di Gapura masih ada sebagian masyarakat yang belum mendapatkan bantuan. Hal tersebut memberi pesan bahwa bantuan belum tepat sasaran.

 

"Ada sebagian masyarakat yang tidak sesuai dengan kondisinya di lapangan. Makanya, aliansi ini minta ketegasan dari pihak kecamatan untuk mengawal dana desa,” tegasnya.

 

Dirinya mengemukakan bahwa berangkat dari wilayah kecamatan ini seharusnya bisa memanfaatkan untuk mengawal. Karena dalam kenyataannya ada yang mendapat bantuan ganda dari mulai mendapat bantuan PKH dan BLT. Termasuk informasi yang menyebutkan bahwa bantuan di salah satu desa ternyata molor. 

 

Camat Gapura mengapresiasi gerakan ini. Dirinya berjanji mengkomunikasikan dengan kepala desa untuk memaksimalkan  bantuan. Beberapa kepala desa yang juga hadir pada kesempatan tersebut akan benar-benar mengawal bantuan. 

 

Kontributor: Firdausi
Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim