Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Almarhumah Hj Zainab Zaky adalah Aktivis NU Sejak Muda

Almarhumah Hj Zainab Zaky adalah Aktivis NU Sejak Muda
Almarhumah Hj Zainab Zaky meninggal hari ini, Selasa (1/12/2020) usai dirawat di RS Saiful Anwar, Malang. (Foto: NOJ/Istimewa)
Almarhumah Hj Zainab Zaky meninggal hari ini, Selasa (1/12/2020) usai dirawat di RS Saiful Anwar, Malang. (Foto: NOJ/Istimewa)

Keluarga besar Nahdlatul Ulama, lebih tepatnya Muslimat NU kehilangan salah seorang kader terbaik. Adalah Hj Zainab Zaky yang pernah diamanahi sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Pasuruan wafat hari ini, Selasa (1/12/2020) pagi. Innalillahi wainna ilahi rajiun.

 

Dari beberapa sumber yang berhasil ditelusuri media ini, almarhumah tercatat adalah istri mantan Wakil Bupati Pasuruan 2003 hingga 2008 yang kini juga merupakan Ketua Fraksi Nasdem DPRD Provinsi Jawa Timur, H Muzammil Syafi’i.

 

Dalam catatan NU Online, Hj Zainab cukup banyak bergerak. Selain aktif di Muslimat NU, juga cukup sibuk mengembangkan restoran yang dikelola. Terlebih lagi di bulan puasa, kesibukannya kian meningkat. Namun di tengah jadwal yang demikian padat di luar, Hj Zainab selalu meluangkan waktu untuk keluarga.

 

Aktivis Tulen

Sejak kecil, Zainab sudah aktif di organisasi. Hal itu tidak terlepas dari ajaran orang tuanya, KH Zaki Ubaid dan Maimunah yang juga jadi aktivis NU. Kakek almarhumah sendiri ialah pendiri GP Ansor, KH Abdullah Ubaid.

 

Ketika itu Zainab menceritakan bahwa meskipun berasal dari kalangan ulama, namun dirinya selalu ditekankan untuk mau berinteraksi langsung dengan masyarakat. Salah satu cara untuk mendekatkan diri ke masyarakat itu, aktif di organisasi.

 

“Mbah saya pendiri GP Ansor. Ayah, aktivis NU Pasuruan kala itu. Ayah memang berpesan kepada anak-anaknya untuk juga aktif mengurusi NU. Sehingga, saya sejak masih muda sudah aktif di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama atau IPPNU Pasuruan,” katanya saat itu.

 

Karena sebagai aktivis tersebut, dirinya sempat dipercaya sebagai Wakil Ketua IPPNU pada 1979 dan jadi Ketua IPPNU Pasuruan setahun kemudian. Di NU juga, Zainab bertemu dengan jodohnya, Muzammil Syafi’i yang saat itu sebagai Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pasuruan. Keduanya pun lantas menikah.

 

Usai menikah, Muzammil dan Zainab tetap aktif di organisasi. Muzammil yang juga aktivis NU pun tidak pernah melarang kegiatan Zainab. Saat Muzammil terpilih jadi Wakil Bupati Pasuruan, aktivitas Zainab pun jadi lebih padat lantaran ia juga aktif di PKK.

 

Selepas masa jabatan sang suami sebagai wakil bupati, aktivitas Zainab juga tidak lantas berkurang. Sebab, dengan dorongan suaminya, Zainab akhirnya membuka usaha restoran di Kota Pasuruan. Ia membuka usaha resto tersebut setelah banyak teman memintanya untuk membuka restoran sendiri.

 

“Di organisasi, tingkat kemandirian semakin terasah. Jadi, saya terbiasa mandiri. Kebetulan saya juga punya naluri bisnis kuat dan juga suka masak. Dari mulut ke mulut banyak orang yang memesan masakan saya. Walhasil, di tahun 2008 lalu dibukalah Palm Resto ini,” terangnya.

 

Meski kini jadi pengusaha, Zainab pun tak melupakan background-nya sebagai aktivis NU. Menurutnya, banyak cara bisa dilakukan kalangan pesantren dan ulama untuk berjuang. Salah satunya lewat aktif di organisasi keagamaan. Sebab, dari sanalah akan diketahui bagaimana cara membangun komunikasi dengan masyarakat bawah.

Disampaikan pihak keluarga bahwa almarhumah wafat sekira pukul 07.00 WIB saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.

 

Belum diketahui secara pasti penyakit yang diderita. Namun memang sedang menjalani perawatan atas beberapa keluhan kesehatan yang dirasakan akhir-akhir ini.

 

Hingga kini, ucapan duka terus mengalir dari berbagai kalangan di rumah duka berupa karangan bunga. Demikian yang juga tidak kalah ramai adalah di sejumlah media sosial berupa doa bagi almarhumah dan kebaikan untuk keluarga. 

PWNU Jatim Harlah