Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Aminudin Azis, Kader NU dengan Berjuta Prestasi

Aminudin Azis, Kader NU dengan Berjuta Prestasi
Aminuddin Azis. (Foto: NOJ/Rahmat)
Aminuddin Azis. (Foto: NOJ/Rahmat)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Aminuddin Azis adalah kader Nahdlatul Ulama (NU) yang saat ini menempuh pendidikan S1 Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Putra keempat dari lima saudara dari pasangan almarhum M Jupri dan almarhumah Ma'rifah ini berdomisili di Jln H Asmuri Dusun Jetis, Desa Semberagung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Aziz sapaan akrabnya diketahui telah mengukir banyak prestasi.

 

Azis adalah sosok organisatoris muda yang dapat menjadi contoh dengan berbagai prestasinya saat ini. Sebagai Alumni Madrasah Aliyah (MA) Hidayatul Falah Kowang Gebangsari tahun 2016 tersebut pihaknya pernah menyabet berbagai macam kompetisi. Prestasi yang dicapainya tidak tanggung-tanggung yaitu peringkat 6 besar Bidang Studi Geografi Kompetisi Sains Madrasah (SKM) se-MAN atau MAS Kabupaten Mojokerto dan peringkat 3 besar prestasi kelas MA Hidayat Falah Gebangsari tahun 2014 hingga 2016.

 

"Sejak Madrasah Tsanawiyah (MTS) atau SMP sederajat hingga menempuh Perguruan Tinggi, saya sudah mulai mengikuti organisasi termasuk bergabung di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) baik yang di Kampus maupun Desa," kata Azis, Kamis (15/04/2021).

 

Sebagai pemuda, ia juga salah satu penerima beasiswa unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (RI) tahun 2018 hingga saat ini. Pada tahun 2017 hingga saat ini ia tetap mengukir prestasi yang gemilang. Ia tercatat pernah masuk 100 besar penulis lomba cipta puisi tingkat nasional oleh jejak publisher, menjadi kontributor dari beberapa lomba karya tulis fiksi dan non fiksi tingkat nasional, hingga juara 3 lomba artikel tingkat mahasiswa se-Jawa Timur yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi FEBI Uinsa. Serta wisudawan tahfidz kategori Juz 30 Pesantren mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Tahun 2018.

 

"Saya bisa berada di titik ini tidak lepas dari peran orang tua. Ikut beasiswa pun karena kepepet keadaan ekonomi dan ingin kuliah gratis. Sehingga saya mencoba-coba untuk ikut beasiswa, " terang Aziz kepada NU Online Jatim.

 

Sebagai ketua komunitas Beasiswa Unggul Kemendikbud RI zona Surabaya, ketua umum Organisasi Daerah (Orda) Mojokerto Generasi Mahasiswa Majapihit (Gema) masa khidmat 2019-2020 hingga kini ia tetap optimis untuk tetap konsisten untuk menggali potensinya.

 

"Untuk memperoleh beasiswa dan menjadi seperti saya pastinya tidak lain usaha, tidak patah semangat, semangat dan yakin. Potensi besar tapi tidak percaya diri itu yang akan menjadikan tidak dapat memperoleh beasiswa tersebut," paparnya

 

Komunitas beasiswa unggulan ini baru, daerah lain tidak banyak yang tau, baru angkatannya bisa merintis dan membentuk komunitas di dalamnya merupakan mahasiswa yang memperoleh beasiswa tersebut.

 

“Komunitas ini berawal dari sharing dan diskusi dari berbagai daerah yang masuk dalam wadah tersebut yakni daerah Tulungagung, Surabaya, Malang dan Jember,” ungkapnya.

 

Lebih jauh ia juga menyampaikan, prestasi yang didapatkan tidak lepas dari usaha, semangat dan yakin. Mendapatkan beasiswa menjadi gerakannya saat ini untuk mengimplementasikan seluruh ilmu yang didapat di perguruan tinggi dengan mengajar banjari dan juga tidak melupakan sebagai mahasiswa untuk kegiatan penelitiannya terkait pengajaran berbasis daring di daerah tersebut.

 

"Banyak kesibukan lebih di rumah sendiri, organisasi daerah, dan mengawal. Mengajar banjari, mengenalkan anak-anak mengenai paham keaswajaan melalui banjari," pungkasnya.

 

Penulis: Rahmat Salam

Editor: Risma Savhira

 


Editor:
F1 PWNU Jatim