Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ansor di Ponorogo Pelopor Kampung NU

Ansor di Ponorogo Pelopor Kampung NU
Kader Ansor Desa Bareng, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Ponorogo saat bersiskusi tentang Kampung NU. (Foto: NOJ/ Husnul Khotimah).
Kader Ansor Desa Bareng, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Ponorogo saat bersiskusi tentang Kampung NU. (Foto: NOJ/ Husnul Khotimah).

Ponorogo, NU Online Jatim

Adanya paham radikal dari berbagai kelompok masyarakat menjadi bara api bagi warga yang awam pengetahuan.  Segala upaya perlu dilakukan demi menyelamatkan ideologi pancasila dan Islam yang yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah. 

 

Salah satu tindakan preventif mencuatnya paham radikalisme ialah adanya "Kampung NU". Seperti Kampung NU yang ada di Desa Bareng, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

 

Kampung NU ini awalnya merupakan gagasan dan inisiatif dari tokoh Nahdlatu Ulama setempat yakni Luthfi Hadi Aminudin. Ia merupakan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatu Ulama (PCNU) kabupaten Ponorogo. Atas motivasi Luthfi, para pemuda Ansor setempat melakukan sejumlah upaya merealisasikan Kampung NU.

 

"Latar belakang terbentuknya Kampung NU di Desa bareng ini dimulai dari kesadaran bersama. Dimana mayoritas adalah nahdliyin yang mendorong Desa Bareng ini bisa menjadi percontohan bagi ranting-ranting yang lain. Oleh karena itu kami dorong Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk membantu mensinergikan gerakan Kampung NU. Salah satunya dengan mengajak pemuda dalam kegiatan berbasis masjid dan mushala," ungkap Lutfi.

 

Dosen IAIN Ponorogo ini juga menjelaskan, terdapat sejumlah indikator agar desa tersebut dikatakan Kampung NU. Pertama adanya kepengurusan ranting yang aktif beserta Banom-banomnya.  Kedua adanya kegiatan Lailatul Ijtima' yakni kegiatan yang menjadi ciri khas sejak NU didirikan sampai saat ini.

 

Langkah–langkah yang pertama kali dilakukan ialah pembentukan remaja masjid di masing-masing anak ranting. Kemudian para anggota tersebut nantinya akan dilakukan pengkaderan di Banom sesuai jenjangnya. Selain itu, para pemuda dilibatkan untuk memprakarsai  kegiatan untuk Kampung NU. Seperti pemasangan bendera NU sebanyak 200  dan spanduk yang bernuansa menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-98 NU di seluruh ruas jalan Desa Bareng.

 

Kegiatan keagamaan di desa ini juga tak lepas dari amaliyah NU. Di antaranya rutinan Dzikrul Ghofilin yang dilaksanakan sebulan sekali di Masjid Nur-Rohman, Diba’ dan Barzanji di Mushala Nurussyafa’ah, Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) yang diadakan oleh Rijalul Ansor, serta Lailatul Ijtima’ yang diadakan anjangsana setiap masjid di Desa Bareng.

 

Bukan hanya secara amaliyah dan trdisinya yang berbasis NU, keadaan para Banom di Desa  Bareng selaku Kampung NU secara struktural juga bergerak aktif dan massif. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya  Banom-banom seperti Pengurus Ranting, Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser  dan LAZIZNU yang memiliki loyalitas tinggi terhadap jam’iyah Nahdlatul Ulama. Sedangkan organisasi pelajar IPNU-IPPNU masih dalam proses pembentukan.

 

 

“Semoga Banom NU di Desa Bareng khusunya pemuda Ansor dan Banser dapat ditingkatkan lagi semangatnya dan memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi dan kampung NU di Desa Bareng,“ ucap Aha Khoirul Umam, Wakil Ketua Rijalul Ansor Desa Bareng.

 

Editor: Romza

PWNU Jatim