Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ansor Sumenep Gelar PKD dan Dirosah Ula, Ajak Lora Teguhkan Aswaja

Ansor Sumenep Gelar PKD dan Dirosah Ula, Ajak Lora Teguhkan Aswaja
Lora Muhammad Anas (pegang mik), PW MDSRA Jawa Timur saat memberikan sambutan dalam PKD dan Dirosah Ula PC GP Ansor Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)
Lora Muhammad Anas (pegang mik), PW MDSRA Jawa Timur saat memberikan sambutan dalam PKD dan Dirosah Ula PC GP Ansor Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)

Sumenep, NU Online Jatim

Kiai dan ulama merupakan elemen penting dalam kehidupan masyarakat. Mengingat, ia menjadi sosok panutan yang memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang agamis dan majemuk. Terutama dalam meneguhkan nilai-nilai ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Begitu pula sosok Lora atau Gus (Kiai Muda) yang juga memiliki sumbangsih nyata terhadap masyarakat.

 

Oleh karena itu, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep menghelat Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula. Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Tarate Selatan, Pandian, Sumenep ini berlangsung selama dua hari sejak Jum'at-Sabtu (19-20/02/2021).

 

Kegiatan yang mengusung tema "Revitalisasi Potensi Lora dalam Membumikan Nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah" ini sejatinya akan dibuka langsung oleh Gus Nailurrahman, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Jawa Timur. Namun, karena berhalangan hadir, maka ia digantikan oleh Lora Ali Mahrus sebagai Koordinator Daerah (Korda) Madura PW MDSRA Jawa Timur untuk membuka acara.

 

Lora Ali Mahrus menyampaikan, bahwa PKD dan Dirosah Ula ini sangat penting dilakukan. Mengingat, hal ini sebagai wadah bagi para lora untuk membangun chemistry dan melakukan sinergi dalam menjalankan peranannya di tengah masyarakat.

 

Ia pun mengapresiasi dan merasa bangga atas semangat yang ditunjukkan oleh para lora dalam mengikuti kegiatan ini. Sebab bagaimanapun, hal ini diharapkan untuk bisa menguatkan gerakan yang dibangun oleh Ansor Sumenep dalam melakukan dakwah ala Aswaja An-Nahdliyah di akar rumput.

 

"Harus diakui, kami sangat bangga dengan para lora dan alumni pesantren yang telah mengikuti kaderisasi tingkat awal MDSRA ini," ujar Ketua PC MDSRA Sampang ini.

 

Ia menambahkan, kader MDS Rijalul Ansor yang memiliki seragam khas jas warna putih dituntut untuk selalu menunjukkan ajaran islam yang ramah. Yakni Islam yang suci dan menjadi rahmat bagi semesta alam, serta selaras dengan ajaran islam Ahlussunnah wal Jamaah.

 

"Kendati sama-sama berseragam putih, tentu ini berbeda dengan kelompok yang identik dengan paham radikal dan ekstrimis. Sebab, putihnya MDS Rijalul Ansor merupakan pengejawantahan dari ajaran Islam Rahmatan lil 'Alamin," imbuhnya.

 

Sementara Lora Muhammad Anas, pengurus PW MDSRA Jawa Timur lainnya mengatakan, bahwa PKD dan Dirosah Ula bagi lora ini merupakan wadah kaderisasi dalam mempersiapkan tokoh muda NU agar memiliki militansi yang kuat.

 

"Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan calon-calon Rais Syuriah NU di masa mendatang," katanya sembari berkelakar.

 

 

Ia menambahkan, bahwa wafatnya banyak ulama belakangan ini, menjadi penanda bahwa di pundak para kiai muda tersebut terpatri sebuah estafet kepemimpinan NU di masa mendatang. "Hal tersebut sebagai wasilah dalam upaya menyempurnakan perjuangan para muassis NU,” tandasnya.

 

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim