Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Antisipasi Longsor Susulan, Santri Annidhomiyah Pamekasan Dievakuasi

Antisipasi Longsor Susulan, Santri Annidhomiyah Pamekasan Dievakuasi
Suasana Pesantren Annidhomiyah, Jepun, Bindang, Pasean, Pamekasan usai diterjang longsor. (Foto: NOJ/SDm)
Suasana Pesantren Annidhomiyah, Jepun, Bindang, Pasean, Pamekasan usai diterjang longsor. (Foto: NOJ/SDm)

Pamekasan, NU Online Jatim

Musibah meninggalnya sejumlah santri di Pondok Pesantren Annidhomiyah, Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Rabu (23/02/2021) diantisipasi dengan sigap. Adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bergerak menangani longsor di pesantren setempat.

“Kita melakukan apa yang dibutuhkan di lokasi ini. Tentunya yang pertama kami lakukan adalah pembersihan longsoran tersebut dan jika masih dianggap bahaya kita akan melakukan evakuasi kepada santri lainnya ke lokasi yang lebih aman,” kata Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Yanuar Rahmadi di lokasi bencana, Rabu (24/02/2021).

Yanuar menyatakan bahwa, lokasi perbukitan di wilayah itu banyak ditanami pohon kelapa. Akar dari pohon kelapa adalah akar serabut yang tidak bisa menahan derasnya curah hujan. Sehingga mengakibatkan longsor.

“Kita sudah sebar puluhan tenaga dari BPBD Jatim untuk membanti menangani bencana ini. Tentunya dari BPBD Pamekasan serta personil TNI Polri serta relawan lain yang jumlahnya cukup banyak,” imbuhnya.

Pihaknya juga tengah mengantisipasi longsor susulan yang bisa saja kembali datang. Dia berencana mengevakuasi seluruh penghuni pondok yang dekat perbukitan dan yamg perlu diawasi adalah yang dekat dengan tebing.

 

“Setelah saya amati kondisi pondok pesantren memang dekat dengan perbukitan, dan di bawah perbukitan itulah tempat para santri menginap,” terang Yanuar.
 

Seperti diketahui, sebanyak 5 orang santriwati meninggal saat longsor melanda Pondok Pesantren Annidhomiyah, Rabu (23/02/2021) sekitar pukul 02.00 WIB.

Mereka adalah Robiatul Adawiyah (14), warga Desa Poreh Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Santi (14) warga Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember, Nabila (12) warga Dusun Sempong Barat Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, Nur Asisah (13) warga Desa Dukoh Mencek Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember dan Siti Komariyah (17) warga Desa Palampang Kecamatan Sumber Jambi Kabupaten Jember.
 

Bencana ini bermula sekitar pukul 00.30 WIB terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi. Sehingga menyebabkan tanah longsor dan mengakibatkan dua kamar yang ditempati 7 orang santriwati tertimbun tanah. Dari 7 santriwati yang tertimbun, 5 orang meninggal dunia dan 1 orang mengalami patah tulang serta 1 orang selamat.

Bank Jatim (31/7)