Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Banom NU di Sumenep Amankan Ngaji Bareng Gus Ghafur dan Gus Baha

Banom NU di Sumenep Amankan Ngaji Bareng Gus Ghafur dan Gus Baha
Tim keamanan dan ketertiban dari unsur perempuan juga menyukseskan acara. (Foto: NOJ/Firdaussi)
Tim keamanan dan ketertiban dari unsur perempuan juga menyukseskan acara. (Foto: NOJ/Firdaussi)

Sumenep, NU Online Jatim

Setiap acara pengajian umum butuh pelayanan dan keamanan bagi para dai dan jamaah. Hal tersebut demi memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai harapan. Yang juga tidak kalah penting adalah pelayanan kesehatan, apalagi di masa pandemi.

 

Belajar dari kasus penusukan yang menimpa Syekh Ali Jaber bulan lalu, maka di acara haul muassis dan ngaji bareng bersama Gus Ghafur dan Gus Baha, seluruh badan otonom NU di Sumenep sepakat mengawal acara pada Kamis (24/9/2020) tersebut. Pada saat yang sama mematuhi protokol kesehatan.

 

Komandan A Nawfan Hammam yang didaulat sebagai koordinator keamanan menyatakan bahwa timnya akan siap menjaga keamanan kiai dan jamaah. Terutama mengamankan kendaraan bermotor.

 

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sumenep tersebut menjelaskan bahwa yang terlibat ada 6 Banom.

 

"Banser 187 pasukan, Denwatser 29 pasukan, Pagar Nusa 55 pendekar; Pramuka Sako Ma'arif 35 orang, Corp Brigade Pembangunan atau CBP 77 rekan; dan Korp Pelajar Putri yakni KPP 32 rekanita," urainya.

 

Setelah melakukan apel di Pondok Pesantren Nasy'atul Muta'allimin Kecamatan Gapura, seluruhnya dibagi menjadi 5 tim. Pertama, mengatur lalu lintas baik arus masuk dan arus di dalam pesantren. Kali ini dikoordinatori komandan Kiai Kurdi Mu'arif selaku kepala Banser Lalu Lintas (Balantas).

 

Kedua, parkir yang terdiri dari VVIP, VIP, mobil, motor, dan bazar buku yang dikoordinatori komandan Ismail selaku kepala Banser Tanggap Bencana (Bagana).

 

"Di bidang kesehatan juga kami letakkan tim khusus yang dikoodinatori oleh komandan Fachry Fadli selaku Kepala Banser Husada atau Basada," ujarnya.

 

Untuk yang bertugas di tim kesehatan akan mengecek suhu dan meminta kepada jamaah pengajian untuk mencuci tangan dengan sabun yang disediakan panitia Konfercab.

 

"Bagi yang tidak pakai masker, maka tidak diperkenankan masuk ke area pengajian," jelasnya.

 

Alumni Pondok Pesantren Al-Muqri Prenduan tersebut melanjutkan bahwa tim yang terakhir adalah keamanan panggung pengajian dan pos pantau yang dikoordinatori oleh komandan Suaidi selaku kepala Corp Provost Banser (CPB).

 

"Keamanan panggung dijadikan sasaran utama. Oleh karenanya kami juga melibatkan pendekar NU atau Pagar Nusa demi menjaga keamanan kiai baik saat naik dan turun panggung," tegasnya.

 

Pantauan di lokasi, seluruh kegiatan berjalan lancar meski ada sebagian kecil jamaah yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

 

"Terima kasih kepada para Banom NU se-Kabupaten Sumenep yang rela hadir untuk mengamankan acara ini," pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

PWNU Jatim Harlah