Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Banser, Tentara Andalan Gus Dur

Banser, Tentara Andalan Gus Dur
Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid, Gus Dur. (Foto: NOJ/HP)
Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid, Gus Dur. (Foto: NOJ/HP)

Saat berada di sebuah kapal pesiar, Presiden Indonesia (Gus Dur pastinya), Presiden Amerika Serikat (AS) dan Perdana Menteri Jepang saling memamerkan kebolehan tentara masing-masing.

 

Presiden AS mengatakan bahwa tentaranya bisa mengelilingi kapal 10 kali tanpa berhenti, dan langsung dibuktikan, ternyata benar.

 

Perdana Menteri Jepang malah mengemukakan tentaranya bisa mengelilingi kapal selama 25 kali. Ia panggil salah seorang prajurit untuk terjun ke laut berenang mengelilingi kapal 25 kali dan... luar biasa, ternyata ia bisa.

 

Gus Dur hampir-hampir dipermalukan dalam perdebatan itu. Prajurit AS dan Jepang benar-benar pemberani.

 

Untung Gus Dur segera punya ide. Dipanggilnya seorang anggota Banser NU yang kebetulan ikut.

 

"Ini bapak-bapak, dia seorang anggota Banser NU. Dia bukan tentara, dan tidak pernah mengikuti latihan militer resmi. Dia akan saya suruh berenang 100 kali," kata Gus Dur sambil menepuk-nepuk pundak anggota Banser.

 

Presiden AS dan perdana menteri Jepang melongo.

 

"Ayo sekarang kamu nyebur ke laut dan berenang keliling kapal sampai 100 kali," kata Gus Dur kepada anggota Benser tadi dengan penuh percaya diri.

 

"Mana mungkin Gus, saya masak disuruh berenang mengelilingi kapal sebesar ini, saya tidak mau Gus," kata anggota Banser.  

 

"Gila apa..!" tambahnya menggerutu sambil lalu.

 

"Ya sudah kalau begitu kamu balik ke tempat," kata Gus Dur dan angota Banser tadi balik ke tempatnya semula.

 

Gus Dur lalu mendekati dua pimpinan negara adidaya itu.

 

"Tuh kan bapak-bapak, sekarang tentara siapa yang lebih berani coba? Pasti lebih berani tentara saya. Lha wong perintah presidennya aja tidak dipatuhi?" kata Gus Dur sambil duduk dan menepuk-nepukkan tangan kanan ke pahanya.

Iklan promosi NU Online Jatim