Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Banser di Ponorogo Turut Kawal Kedatangan Santri

Banser di Ponorogo Turut Kawal Kedatangan Santri
Detasemen Wanita Banser atau Denwatser di Ponorogo melakukan pengecekan suhu tubung santri. (Foto: NOJ/Yoga)
Detasemen Wanita Banser atau Denwatser di Ponorogo melakukan pengecekan suhu tubung santri. (Foto: NOJ/Yoga)

Ponorogo, NU Online Jatim

Sejumlah santri di kawasan Ponorogo mulai kembali ke pesantren masing-masing. Dan demi memastikan  mereka mematuhi protokol kesehatan, beberapa anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser turut diterjunkan, termasuk Detasemen Wanita Banser atau Denwatser. 

 

Seperti di Pondok Pesantren Al-Muttain, Desa Munggung, Kecamatan Pulung yang hari Rabu (2/9/2020) mulai berdatangan. Yang dilakukan Kesatuan Koordinasi Rayon (Satyon) Banser Pulung adalah dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan pengecekan suhu, serta sosialisasi standart protokol kesehatan.

 

“Sebagai kader, tentu kedatangan para santri ini harus dikawal, karena merupakan tugas Banser untuk mengawal kiai dan pesantren,” kata Iwan Sukamdi.

 

Kasat Koryon Banser Pulung ini menjelaskan santri yang akan kembali ke pesantren harus menerapkan protokoler kesehatan. Hal tersebut sesuai edaran dari Rabithah Ma'had Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) dan juga masing-masing pengasuh pesantren.

 

"Antara lain, santri harus membawa surat keterangan sehat, memakai masker, cuci tangan, dan lain-lain," jelasnya kepada NU Online Jatim.

 

Iwan menuturkan, Banser membantu pesantren untuk memastikan semua santri yang akan kembali ke pesantren mematuhi edaran dari RMINU, serta maklumat pengasuh untuk menerapkan protokoler kesehatan.

 

"Sebelum masuk, kita cek suhu tubuh, penyemprotan disinfektan, dan sosialisasi protokol kesehatan," paparnya.

 

Sementara itu, Farid Zainul Mustofa selaku Sekertaris Yayasan Pesantren Almutqin menjelaskan bahwa jadwal kedatangan santri dibagi menjadi tiga kloter.

 

"Kami dari pihak yayasan memberkaulan tiga kloter untuk datangnya santri, yakni santri baru jam dua sampai jam tiga, santri kelas dua, jam satu sampai jam dua, serta kelas tiga jam tiga sampai jam empat sore," jelasnya.

 

Sebagai informasi, selain Banser dalam ikhtiar pemutusan rantai virus Corona-Covid19 juga melibatkan Banbinkamtibmas, juga Satgas Covid-19 desa. Mereka bahu membahu melakukan penyemprotan disinfektan dan pengecekan suhu serta sosialisasi standar protokol kesehatan.

 

Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim