Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Banser Pragaan Sumenep, Bukan Sekadar Kumpulan Kader Terpilih

Banser Pragaan Sumenep, Bukan Sekadar Kumpulan Kader Terpilih
Personil Banser Pragaan Sumenep yang selalu siap mengawal ulama dan menyukseskan kegiatan NU. (Foto: NOJ/Firdausi)
Personil Banser Pragaan Sumenep yang selalu siap mengawal ulama dan menyukseskan kegiatan NU. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) memiliki fungsi dan tugas sangat mulia yakni membentengi ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Menurut KH A Junaidi Mu'arif, bahwa Banser merupakan kader terlatih, tanggap, terampil, dan berdaya guna untuk pengembangan kaderisasi di lingkungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

 

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Sumenep tersebut mengutarakan bahwa sejak dulu hingga sekarang Banser sebagai pelopor dan penggerak program GP Ansor.

 

"Ketika kami menunjuk sahabat Abd Rafiq sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) tahun 2012 silam, Banser menjadi perekat hubungan silaturahim dan menumbuhkan rasa solidaritas sesama anggota, utamanya masyarakat," ungkapnya.

 

 

Perjalanan Banser di Pragaan

Imam Ghazali menceritakan bahwa pada tahun 2012 di masa kepemimpinan Abd Rafiq, masih belum ada Banser. Namun gerakannya sudah ada walaupun belum lulus Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar). Sehingga kader-kader yang kompeten tersebut menggabungkan diri dengan Pagar Nusa.

 

Ketua PAC Ansor tersebut mengutarakan bahwa ketika ada instruksi dari Pimpinan Cabang (PC) kepada seluruh PAC untuk membentuk Banser. Dan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Sumenenp meminta kepada seluruh PAC untuk mendelegasikan anggotanya maksimal 10 orang untuk mengikuti Diklatsar di lapangan Sepakat Kecamatan Lenteng.

 

"Saat itu Pragaan mendelegasikan 58 peserta," ungkapnya. Jadi dari dulu hingga sekarang Pragaan memiliki personil Banser terbanyak di Kabupaten Sumenep, lanjutnya.

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah tersebut menjelaskan bahwa ada 4 kali pergantian kepala Satkoryon Banser setiap bergantinya periode.

 

"Di masa kepemimpinannya sahabat Abd Rafiq sebagai ketua, Satkoryonnya dipimpin oleh Gus Ali Mufti 2012-2013. Lalu pada tahun 2014-2015 sahabat Abd Rafiq terpilih lagi dan menunjuk Ghafur menjadi kepala Satkoryon," kenangnya.

 

Selanjutnya, pada periode 2016-2017 dan 2018-2019 sahabat Moh Qudsi terpilih menjadi ketua periode dan menunjuk Kiai Kurdi Mu'arif sebagai kepala Satkoryon. Saat ini periode 2020-2021 sahabat Imam Ghazali menjadi ketua dan menunjuk Moh Hayyi sebagai kepala Satkoryon.

 

Menurut komandan, Moh Hayyi bahwa Banser selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan Satkorcab. Sebut saja lomba gerak jalan tahun 2015 mendapat juara 1 tingkat kabupaten.

 

Kepala Satkoryon Banser Pragaan tersebut mengemukakan bahwa selama ini Banser selalu mengawal beragam kegiatan MWCNU, mulai yang diselenggarakan oleh lembaga dan Banom NU.

 

"Setiap acara bahtsul masail, kajian Lakpesdam NU, dan kegiatan tahunan seperti Pekan Rajabiyah, 10 Muharram, maulid Nabi, peringatan Hari Santri Nasional, konferensi serta kegiatan lainnya. Banser selalu mengawal dan menjaga jalannya kegiatan hingga usai," ujarnya.

 

Tak sampai di situ, sekecil apapun kegiatan yang diselenggarakan oleh Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU-IPPNU dan lainnya Banser pasti datang tanpa diundang dan tak pilih kasih.

 

Kiai Kurdi Mu'arif selaku sesepuh Banser Pragaan juga menjelaskan bahwa peran Banser juga sebagai pengaman program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan.

 

"Setiap ada bencana alam, kebakaran, bedah rumah, lebih-lebih Covid-19 yang belum berakhir, Banser selalu ada di tengah masyarakat," terangnya.

 

Dirinya menegaskan bahwa Banser selalu ada di garda terdepan dan dipastikan menjadi motor penggerak bagi bangsa dan negara.

 

Karena itu dirinya berdoa semoga yang dilakukan Banser mendapatkan dukungan dari setiap elemen masyarakat. “Lantaran dalam sejarah nasional, Banser selalu memperjuangkan ideologi kenegaraan dan mengusir para penjajah serta menolak secara terang-terangan paham asing yang tidak sehaluan dengan Pancasila," pungkasnya.

Iklan promosi NU Online Jatim