Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Bantu Peternak Kembangkan Usaha, Mahasiswi KKN Instika Guluk-Guluk Bentuk Komunitas Home Industri

Bantu Peternak Kembangkan Usaha, Mahasiswi KKN Instika Guluk-Guluk Bentuk Komunitas Home Industri
Pelatihan marketing pada generasi muda yang diadakan peserta Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN-DR) Posko 36 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk Sumenep. (Foto : NOJ/ Firdausi).
Pelatihan marketing pada generasi muda yang diadakan peserta Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN-DR) Posko 36 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk Sumenep. (Foto : NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Kondisi perekonomian nahdliyin di masa pandemi sangat menurun karena aktivitas masyarakat pedesaan dibatasi. Tentu ini sungguh memprihatinkan apabila terus dibiarkan.

 

Untuk meringankan beban masyarakat yang mengalami kondisi demikian, peserta Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN-DR) Posko 36 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk Sumenep memberikan program terbarunya kepada para peternak ayam. Yakni Diklat, pembentukan komunitas, dan membantu memasarkan produknya secara online dan offline, Senin (14/9).

 

Zaiturrahim menjelaskan latarbelakang masalah berdasarkan proposal pengabdian yang dibuat secara individu oleh masing-masing mahasiswi.

 

Dari hasil laporan tersebut menyatakan bahwa terdapat warga sekitar yang memiliki skill yang lumayan bagus tetapi mereka kurang lihai atau memahami cara mengenalkan produknya di pasar.

 

"Para peternak ayam belum mampu mengemas produknya lebih menarik sehingga konsumen tidak tertarik, sehingga memilih membeli produk orang lain," ungkap Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Posko 36 tersebut.

 

Hal senada juga ditegaskan Zahroh RH bahwa para peternak ayam hanya memasarkan hasil mentahnya. Padahal jika diolah menjadi barang yang masak atau siap saji maka akan menutupi perekonomiannya yang mulai mengerisis di masa pandemi.

 

Ketua Posko 36 tersebut memberikan solusi kepada peternak dengan memberikan pengetahuan tambahan tentang marketing di balai desa Guluk-Guluk. Sehingga mereka bisa mengenalkan dan menyaingi mini market sebagai pusat perbelanjaan masyarakat.

 

Upaya lain yang dilakukan oleh peserta KKN-DR dalam satu bulan penuh adalah menjaga kebersihan telur dan daging ayam agar layak dikonsumsi. "Kerjasama dilakukan selama 28 hari demi membangun jiwa wirausaha sehingga bimbingan kami secara teoritis dan praktis bisa diaplikasikan di lapangan" terangnya.

 

Tak sampai disitu, peserta KKN-DR juga membentuk sebuah komunitas home industri makanan ringan yang bahan-bahannya diambil dari telur ayam. "Jenis makanan ringan yang diolah berbentuk camilan kacang telur," ujarnya.

 

Di kesempatan yang berbeda Moh Mufti, seorang peternak mengapresiasi program mahasiswi karena selama ini para peternak hanya memasarkan telur dan daging ke pasar.

 

"Terimakasih atas arahannya nak. Sehingga para ibu-ibu dan generasi muda bisa meringankan beban kami dan mengembangkan skillnya dibidang tata boga yang lumayan berharga," pungkasnya.

 

Editor : Romza

Iklan Hari Santri