Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Baru Tiga Bulan Terpilih, Ketua PAC IPNU di Sidoarjo Cetuskan Banyak Inovasi

Baru Tiga Bulan Terpilih, Ketua PAC IPNU di Sidoarjo Cetuskan Banyak Inovasi
M Syukron Zazuli, Ketua PAC IPNU Jabon, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: NOJ/Yuli Riyanto)
M Syukron Zazuli, Ketua PAC IPNU Jabon, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: NOJ/Yuli Riyanto)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Di usianya yang ke-67 tahun, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dituntut untuk mampu beradaptasi dan berinovasi seiring dengan perkembangan zaman.

 

Tantangan tersebut menjadi pelecut semangat bagi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo M Syukron Zazuli untuk melakukan perubahan yang lebih baik melalui berbagai inovasi.

 

Meskipun baru tiga bulan lalu dirinya terpilih menjadi ketua PAC IPNU Jabon, beberapa prestasi telah diraih oleh PAC IPNU Jabon di awal tahun 2021 ini. Diantaranya sukses menyabet juara 2 akreditasi tingkat cabang dan juara 1 lomba maskot Konferensi Cabang IPNU Kabupaten Sidoarjo.

 

Syukron mengatakan, ia turut memberikan gagasan sekaligus dorongan kepada semua pengurus PAC IPNU Jabon untuk melakukan terobosan-terobosan baru. Antara lain dengan mendirikan pondok literasi berupa bimbingan belajar bahasa Inggris tingkat dasar di madrasah diniyah Daruttaqwa, Desa Panggreh, Kecamatan Jabon.

 

“Dalam bimbingan belajar bahasa Inggris ini kami mengajak kader-kader IPNU dan IPPNU alumni BEC Pare untuk menjadi pengajarnya. Saat ini jumlah siswanya sudah 30 orang. Selain itu kami juga menyediakan modulnya, untuk biaya bimbingannya seikhlasnya dan untuk operasionalnya kita subsidi dari kas organisasi,” kata Syukron kepada NU Online Jatim, Rabu (24/02/2021).

 

Lebih lanjut, mahasiswa semester enam Fakultas Syariah dan Hukum Institut Agama Islam Negeri Tulungagung ini memaparkan, di bidang dakwah PAC IPNU Jabon berusaha mencoba mengakulturasikan budaya barat dengan budaya Nahdlatul Ulama (NU) melalui acara sarasehan bertajuk ‘Mencintai NU Tidak Hanya Sekedar Coklat Tapi Dengan Khidmat’, (14/02/2021) lalu.

 

“Kami juga menggelar acara rutinan seperti kajian milenial dan majelis Diba’ kubro setiap satu bulan sekali, serta pelatihan khutbah dan khitobah. Selanjutnya di bidang organisasi kami juga telah melakukan upaya ekspansi dengan membentuk ranting IPNU baru di wilayah terpencil yakni Desa Bangunsari,” papar pria kelahiran 10 Januari 2000 yang tinggal di Desa Panggreh tersebut.

 

Adapun di bidang media, PAC IPNU Jabon juga telah mengadakan pelatihan desain grafis, live streaming bincang online kajian milenial, dan pembuatan konten YouTube seperti tilawah dan pengajian.

 

“Saat ini kami sedang mencoba untuk bersinergi dengan pemerintah kecamatan Jabon di bidang program pengabdian masyarakat. Kegiatannya nanti seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) meliputi pendidikan, literasi, inovasi, dan agama,” ujarnya pria yang hobi banjari ini.

 

Ia berharap, ke depan PAC IPNU Jabon membuat modul kaderisasi tentang eksistensi PAC IPNU-Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jabon 10 tahun kedepan, terkait adanya wacana Kecamatan Jabon akan dijadikan sebagai kota industri.

 

“Kami juga berupaya mengawal kader-kader PAC IPNU-IPPNU Jabon dalam rangka menyukseskan bonus demografi tahun 2040. Agar tidak terdampak demografi dengan memaksimalkan ekonomi kreatif,” pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim