Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Begini Aksi Santri Asal Sidorjo yang Mondok di Jombang Kala Liburan

Begini Aksi Santri Asal Sidorjo yang Mondok di Jombang Kala Liburan
Salah satu kegiatan santri tiga pesantren Jombang saat liburan. (Foto: NOJ/Novikha I)
Salah satu kegiatan santri tiga pesantren Jombang saat liburan. (Foto: NOJ/Novikha I)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Bulan Ramadlan sudah selayaknya diisi dengan beragam kebaikan. Berkesempatan hidup dan diberikan kesehatan selama ada di bulan penuh berkah adalah nikmat yang tiada terhingga. Cara menyukuri nikmat agung tersebut adalah dengan terus meningkatkan ibadah, termasuk peduli dengan keadaan sekitar.

 

Hal itu sebagaimana dilakukan sejumlah santri dari Sidoarjo yang mondok di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Darul Ulum dan Tebuireng. Yang dilakukan adalah dengan mengisi Ramadlan dengan aneka kegiatan. Dari mulai membagi takjil, serta berbagi dengan yatim di kampung halaman. Dan untuk pembagian ratusan takjil kepada pengendara dilakukan di sekitar lapangan Albatross, Sedati Gede, Sidoarjo, Jumat (07/05/2021).

 

M Khoiri Zuhdi Amrullah memberikan apresiasi kepada santri tiga pesantren di Jombang atas aksi yang dilakukan. Bahwa saat pulang karena liburan, hendaknya juga melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi kalangan lain.

 

“Santri harus mempunyai jiwa sosial tinggi, sehingga bisa mengadakan acara yang mengandung manfaat besar,” katanya.

 

Ketua umum organisasi daerah Putra Delta Bahrul Ulum Tambakberas tersebut menyitir sebuah hadits bahwa sedekah atau berbagi dapat mencegah kematian dalam keadaan buruk. Dan hal tersebut sangat relevan dari tema acara yang diangkat, yaitu berbagi kasih di masa pandemi, menghadiahkan cinta di bulan suci.

 

“Semoga kita selalu bisa mengamalkan sebagian hadis Nabi Muhammad SAW,” harapnya.

 

M Wildan Fuadi juga memaparkan bahwa kewajiban makhluk sosial adalah peduli kepada sesame. Bahkan diingatkan bahwa harta mengandung kotoran, yang mana harus dibersihkan, yakni dengan sedekah.

 

Usai berbagi takjil, para santri ini melanjutkan kegiatan berbagi di Yayasan Panti Asuhan Hasyim Asy’ari yang berlokasi di Desa Pepe, Sedati. Sembari menunggu masuknya waktu magrib, kegiatan diisi dengan membaca istighotsah dan dilanjutkan shalawat diba’i. Hal tersebut tentu saja sebagaimana kebiasaan warga NU atau yang biasa mereka jadikan rutinan di pesantren.

 

Saat adzan tiba, dilakukan buka bersama yang dilanjut shalat Maghrib berjamaah. Dan kegiatan ditutup dengan buka bersama serta penyerahan cinderamata untuk Yayasan Panti Asuhan Hasyim Asy’ari sekaligus bingkisan kepada anak yatim.

 

Baik M Wildan Fuadi maupun M Khoiril Zuhdi Amrullah berpesan kepada sejumlah yatim untuk tetap semangat menggapai yang dicita-citakan. Bahwa sebuah hasil tidak akan menghianati proses. Demikian pula kegiatan sebagai bentuk nyata dari mengejawantahkan hadis untuk terus menyambung silaturahim.

 

Di ujung keterangan, M Yusri Ainur Ridho selaku ketua pelaksana berharap kegiatan di masa mendatang lebih baik dan melibatkan beragam kalangan.

 

“Semoga kedepanya jalinan silaturahim santri asal Sidoarjo semakin luas antar pondok pesantren yang ada di Jombang,” pungkasnya

 

Penulis: Novikha Istyana

Editor: Syaifullah

F1 Promosi Iklan