Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Begini Cara IPPNU di Malang Lestarikan Budaya Malangan

Begini Cara IPPNU di Malang Lestarikan Budaya Malangan
Peserta dan instruktur pelatihan seni tari oleh PC IPPNU Kabupaten Malang. (Foto: NOJ/MM Rizky)
Peserta dan instruktur pelatihan seni tari oleh PC IPPNU Kabupaten Malang. (Foto: NOJ/MM Rizky)

Malang, NU Online Jatim

Sebagai pelajar milenial sudah seharusnya melestarikan budaya khas Nusantara. Seperti diketahui bahwa anak muda saat ini sedang marak mencintai budaya Barat seperti halnya K-Pop. Hal ini berimbas pada minimnya pengetahuan akan budaya khas Nusantara seperti halnya tari Malangan.

 

Menanggapi akan fenomena yang terjadi, maka Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Malang mengadakan pelatihan seni tari yang berkolaborasi dengan Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI). Kegiatan dipusatkan di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, Ahad (21/02/2021).

 

"Alhamdulillah, kegiatan kali ini kita dapat berkolaborasi dengan PPMI Kabupaten Malang yang tentunya mereka di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga atau Dispora Kabupaten Malang,” kata Arissatul Ma'rifah.

 

Ketua pelaksana yang biasa disapa Sasa ini juga menjelaskan akan screening yang dilakukan untuk mematuhi PPKM mikro yang ada.

 

"Sebetulnya kegiatan ini mendapat antusias yang lebih dari IPPNU Kabupaten Malang, akan tetapi kami harus melakukan seleksi dengan tujuan mematuhi PPKM mikro,” katanya. Dari yang daftar sebanyak 30 peserta, lalu diseleksi dalam waktu 3 pekan dan akhirnya terpilihlah 17 peserta, lanjutnya.

 

Waka 3 Deptartemen Olahraga, Seni dan Budaya PC IPPNU Kabupaten malang tersebut juga menyampaikan tujuannya akan diadakan pelatihan ini.

 

"Tujuan dari pelaksanaan pelatihan tari yakni untuk mengembangkan kepedulian pelajar NU terhadap kelestarian seni dan budaya Malangan. Mengingat masih banyak para pelajar pemuda pemudi yang enggan belajar dan tak peduli dengan budaya kita,” ungkapnya.

 

Diharapkan bagi yang sudah mengikuti pelatihan untuk menularkan ilmunya di tingkat (Pimpinan Anak Cabang (PAC) atau Pimpinan Ranting (PR) maupun Pimpinan Komisariat (PK). “Sehingga lestarilah budaya kita,” terangnya.

 

Selain halnya Sasa hal yang sama juga di ungkapkan oleh Erizka Firdani Arifianda. Bahwa harapannya pelajar NU semakin peduli terhadap tarian di Malang.

 

“Pelajar NU juga mengambil peran dalam melestarikan dan mengenalkan kesenian asal Malang, dan tentunya kegiatan ini dapat memberi wadah bagi pelajar NU yang mempunyai bakat di bidang seni tari,” kata Ketua PC IPPNU Kabupaten Malang ini.

 

Penulis: M Miftachur Rizki

Editor: Syaifullah

PWNU Jatim