Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Begini Cara Nahdliyin di Perbatasan Sumenep memaknai Idul Yatama

Begini Cara Nahdliyin di Perbatasan Sumenep memaknai Idul Yatama
Sejumlah yatim menerima santunan yang digalang PRNU Kaduara Timur, Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Sejumlah yatim menerima santunan yang digalang PRNU Kaduara Timur, Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Bulan Muharram adalah saat istimewa bagi umat Islam khususnya Nahdliyin. Karena tanggal 10 Muharram diartikan lebaran anak yatim atau lebih dikenal dengan sebutan idul yatama.

 

Penegasan ini disampaikan KH Taufiq bahwa istilah idul yatama sebenarnya merupakan ungkapan kegembiraan anak yatim. Sebab saat itu pula banyak dari kalangan memberikan perhatian dan santunan kepada mereka.

 

Rais Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kaduara Timur, Pragaan, Sumenep tersebut menjelaskan bahwa di momen tahun baru Islam ini mendapat instruksi dari NU-Care Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadakah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan untuk membagikan bantuan kepada 16 yatim di Mushalla Al-Huda, Dusun Pesisir Barat, Ahad (30/8/2020).

 

"Data tahun lalu 14 anak yatim. Namun karena ada tambahan, maka totalnya 16 sehingga pengurus LAZISNU MWCNU dan PRNU memukul rata pentasharrufan seluruh anak yatim di setiap dusun. Seperti dusun Pesisir Barat, Pesisir Timur, Panggulan, dan Gunung," ungkapnya.

 

Tak sampai di situ, acara yang diselenggarakan dalam rangka menyambut hari Asyura berharap kegiatan tersebut bisa menjadi perantara agar Nahdliyin bisa diselamatkan dari beragam musibah dan ancaman wabah atau penyakit.

 

Selaku pelopor NU di daerah perbatasan Sumenep, ia mendoktrin Nahdliyin agar mengaktifkan badan otonom NU. Sehingga keberadaannya di desa mampu dirasakan oleh masyarakat.

 

"Ayo hidupkan jamiyah dengan beragam kegiatan yang bersifat diniyah dan ijtimaiyah. Jika kedua-duanya hidup, maka paham lain akan sulit diterima di tengah masyarakat," pintanya.

 

Di kesempatan berbeda, Hidayaturrahim merasa senang dengan kegiatan tersebut. Karena kali ini seluruh Banom NU kompak demi mensukseskan acara, dari mulai Muslimat NU, Fatayat NU, dan GP Ansor yang saling bersinergi demi membesarkan jamiyah.

 

"Di balik suksesnya acara ini, tidak lepas dari peran Kiai Taufiq. Meski fisiknya menua, tapi semangatnya berjiwa muda,” tegasnya.

 

Menurut pandangannya, Kiai Taufiq dijadikan soko guru Nahdliyin. Karena dikenal penyabar, sederhana, dan selalu mendorong kepada kader untuk benar-benar berkhidmat di jamiyah sufufil ulama.

 

"Ini belum seberapa. Semoga yang kita berikan setidaknya memberikan senyuman kepada yatama," pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

PWNU Jatim Harlah