Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Begini Sejumlah Ikhtiar agar Memiliki Anak Hebat dan Berkah

Begini Sejumlah Ikhtiar agar Memiliki Anak Hebat dan Berkah
Upaya memiliki anak berprestasi dapat dilakukan orang tua. (Foto: NOJ/PE)
Upaya memiliki anak berprestasi dapat dilakukan orang tua. (Foto: NOJ/PE)

Probolinggo, NU Online Jatim

Di antara kebaikan yang akan terus dinikmati seseorang ketika telah meninggal dunia adalah doa dari anak shalih. Karenanya, orang tua harus berupaya dengan sungguh-sungguh untuk memiliki anak idaman. Hal tersebut ibarat investasi akhirat yang akan terus diunduh manfaatnya.

 

Untuk memiliki anak yang diidamkan tersebut, sejumlah ulama sepuh terdahulu melakukan banyak tirakat. Diharapkan dengan keseriusan orang tua, maka akan lahir anak yang diharapkan.

 

Berikut sejumlah tirakat yang bisa dilakukan bila ingin memiliki generasi harapan. Pandangan disampaikan Gus Muhammad Syakur atau Gus Dewa beberapa waktu berselang.

 

“Kalau ingin mempunyai anak yang hebat dan berkah, orang tua terutama ibunya harus mau tirakat,” kata Pengasuh Pesantren Darut Tauhid, Patemon, Krejengan, Kota Probolinggo tersebut.

 

Tirakat pertama yang harus dilakukan adalah dengan memastikan harta yang diberikan kepada anak adalah halal.

 

“Anak jangan sampai diberi harta yang masih remang-remang kehalalannya, apalagi yang haram sangat dilarang,” ungkap alumnus Pesantren Lirboyo, Kota Kediri tersebut.

 

Cara kedua adalah puasa pada hari kelahiran anak. Hal itu hendaknya dilakukan sehari dalam sebulan.

 

“Yang ketiga adalah menjaga lisan dalam artian orang tua selain menjaga lisan kepada anaknya, juga jangan sampai mengghibah,” terang Gus Dewa.

 

Dengan demikian, kegemaran mencaci atau menghina orang lain, terlebih guru anaknya harus dihindari. Walaupun guru itu di hadapan manusia terlihat orang biasa.

 

Keajegan yang juga hendaknya diperhatikan adalah setiap ibu mencuci beras yang akan dimakan untuk keluarga, hendaknya melakukan hal berikut.

 

“Yakni beras yang dicuci itu dibacakan bismillah sebanyak 21 kali dan 11 kali dibacakan shalawat,” terangnya.

 

Gus Dewa mengemukakan bahwa apa yang telah disampaikan merupakan serangkaian kebiasaan para ulama dan kiai zaman dulu. Sehingga dari tirakat, terutama yang dilakukan ibu, maka akan lahir anak yang membanggakan.

 

“Semoga kita semuanya mempunyai anak yang berkah dunia akhirat,” pungkasnya.


Editor:
F1 PWNU Jatim