Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Bekal dari Pesantren Digital, Usaha Kader NU Ini Omzetnya Tembus Puluhan Juta

Bekal dari Pesantren Digital, Usaha Kader NU Ini Omzetnya Tembus Puluhan Juta
Muhammad Fathurrozaq dengan brand usahanya. (Foto: NOJ/Istimewa).
Muhammad Fathurrozaq dengan brand usahanya. (Foto: NOJ/Istimewa).

Trenggalek, NU Online Jatim

Organisatoris muda dan mempunyai usaha tercermin dari sosok Muhammad Fathurrozaq. Pemuda asal Desa Senden, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek ini mempunyai brand 'Wedang Sari' yang omzetnya sudah tembus puluhan jutaan.

 

Ditemui NU Online Jatim di kontrakannya Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang, kader Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Trenggalek tersebut mengaku, kalkulasi pengeluaran dan pendapatan selama sebulan di masa pandemi masih lumayan menjanjikan.

 

"Kalau pas ramai pandemi seperti ini bi idznillah bersih sampai Rp 10 juta. Tapi, ya ada pas turun minimal bisa Rp4-5 juta. Kalau terblokir (facebook ads), saya mengandalkan reapet order, kafe, dan angkringan," kata Rozaq, sapaan akrabnya, Kamis (22/07/2021).

 

'Wedang Sari' adalah rempah yang diracik dan diwariskan turun menurun dari leluhur di nusantara. Beberapa komposisi yang ada di dalamnya yaitu teh, jahe, cengkeh, kapulogo, sere, dan secang. Wedang Sari ini dipercaya banyak khasiat, antara lain: meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi masuk angin, menurunkan kolesterol, mengendalikan tekanan darah tinggi, dan rematik.

 

Rozaq menuturkan, awal mula tergugah dan langsung menggeluti usaha selepas mengikuti Pesantren Digital 1.0 atau Internet Markerter Nahdlatul Ulama (IMNU). Program tersebut adalah pelatihan intensif internet marketing selama dua bulan di Tanggerang, Banten pada tahun 2020 lalu.

 

Saat ini, bahan dasar yang didapat masih bekerja sama dengan pihak kedua. Sehingga bahan produksi masih bergantung pada pemasok. Ia berkeinginan bisa mengambil dari orang pertama, yakni petani di Trenggalek. Sebab, daerah tersebut memiliki pegunungan dan lahan perkebunan, bahkan cengkeh di pesisir selatan sudah cukup dikenal luas.

 

Dirinya mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah menghubungi saudaranya. Bahwa di Bumi Menak Sopal tersebut sebagian ada komposisi rempah-rempah yang dibutuhkan. Menurutnya, feelnya akan berbeda jika bisa membuat sendiri, tidak dropshiper dan mengambil langsung dari petani.

 

"Ke depan harapannya bisa mengambil langsung dari petani di Trenggalek. Karena banyak dijumpai di sekitar sana," ujar alumni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini.

 

Terkendala Teknik Marketing

Terkait kendala, Rozaq menjelaskan selama ini berada di teknik marketing. Ada kalanya iklan yang diajukan kepada Facebook Ads terblokir, sehingga harus membuat iklan berulang.

 

Awalnya, sehari anggaran yang harus dikeluarkan senilai Rp100 ribu. Pernah tertinggi per hari yang dikeluarkan Rp500 ribu. Jumlah tersebut belum apa-apa bila dibandingkan dengan orang-orang yang sudah ahli. Semakin besar yang diiklankan, maka semakin besar peluang pembeli untuk order.

 

"Ibaratnya, semakin tinggi risiko, semakin besar peluang cuan yang diperoleh," terang mantan Sekretaris PKPT IPNU UIN Malang tersebut.

 

Rozak menuturkan, pengiklanan di Facebook Ads menyasar seluruh Indonesia. Bahkan pernah mendapat pesanan dari luar negeri sebanyak 10 box ke Malaysia dan Hongkong.

 

Target pasar 'Wedang Sari' di usia 30 tahun ke atas, dan kalangan menengah ke atas. Terbanyak selama ini pesanan dari Jabodetabok. Baik untuk kebutuhan pribadi maupun angkringan dan kafe-kafe.

 

Adapun jumlah tenaga yang ikut membantu untuk pengemasan sebanyak empat orang di sekitar rumahnya. Kemudian dua orang bagian konten kreator dan order online. Sementara Rozaq sendiri bagian pemasaran karena secara online bisa dilakukan tidak terbatas ruang dan waktu.

 

Terkait kiat wirausaha bagi pemula, ia tidak berkata panjang lebar. Sebab semua bisa dilatih dan tinggal kemauan dari dalam diri sendiri bagaimana diterapkan secara langsung. Teori dan pengetahuan hanya sebatas penunjang kesuksesan.

 

"Ada teori, penjelasan, bahkan dikasih buku dan seterusnya. Kunci utama satu, berani," papar pemilik wedangsari.com ini.

 

 

Ditanya doktrin, pria yang juga santri Pondok Pesantren Sabilur Rosyad asuhan KH Marzuqi Mustamar ini menuturkan, dirinya selalu teringat baiat pada kegiatan Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) di Pantai Bohay Kabupaten Probolinggo.

 

"Bahwa dalam menyongsong satu abad NU ada dua poin yang harus dimasifkan, yaitu kader NU harus melek media dan memperkuat perekonomian," pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Editor:
F1 PWNU Jatim