Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Belajar Kompak antara Ulama dan Umara di Pragaan Sumenep

Belajar Kompak antara Ulama dan Umara di Pragaan Sumenep
Posko didirikan MWCNU Pragaan bersama pemerintah setempat memantau kedatangan pengendara. (Foto: NOJ/Firdausi)
Posko didirikan MWCNU Pragaan bersama pemerintah setempat memantau kedatangan pengendara. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Merebaknya Covid-19 di setiap daerah, membuat Gubernur Jawa Timur memberikan peringatan kepada setiap kepala daerah. Karena di provinsi ini, pasien yang terjangkit virus Corona semakin bertambah.

 

Warning yang diberikan gubernur, membuat pemerintah Kabupaten Sumenep bersama para ulama dan beragam elemen bangsa memperketat pengawasan terhadap warganya yang berstatus Orang Dalam Pemantauan atau ODP maupun Orang Dengan Resiko yakni ODR. Keduanya yang sebagian besar merupakan perantau dan yang baru pulang mudik. 

 

"Kami sudah membentuk dan mengerahkan tim Satgas Covid-19 di setiap kecamatan untuk mendata seluruh para perantau atau orang yang datang dari zona merah," kata Abuya Busyro Karim, Senin (13/4).

 

Bupati Sumenep ini menegaskan bahwa tim yang dibentuk sudah baik dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, salah satunya adalah penjagaan dan pencegatan para perantau di pintu masuk perbatasan di Kecamatan Pragaan (wilayah pesisir) dan di Kecamatan Pasongsongan (wilayah pantura).

 

Ada juga sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, pendataan ODP dan PDP, penyemprotan disinfekta, pelayan informasi di setiap posko, sterilisasi, dan penjagaan di setiap pelabuhan.

 

"Pada hari ini ODR berjumlah 21089, ODP 14 hari setelah pemantauan berjumlah 97, PDP masih 0, dan alhamdulillah kasus terkonfirmasi masih 0," ungkapnya.

 

Demi meningkatkankan kesadaran tentang bahaya penyebaran Covid-19 dan upaya pencegahan bagi warga desa, sampai di daerah kepulauan Sumenep, Kiai Busyro sapaannya melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Salah satunya adalah kiai dan ulama dari Nahdlatul Ulama.

 

“Intinya kami melakukan itu (pemantauan) kepada semua yang masuk ke Sumenep. Selanjutnya ada kesadaran masyarakat, karena ada (imbauan) dari tokoh masyarakat,” ujarnya kepada gubernur melalui video conference.

 

Khofifah pun meminta kepada daerah lain agar menduplikasi cara bupati dalam menekan penyebaran Covid-19 di daerahnya. Tujuannya, supaya angka pasien positif di Jawa Timur tidak lagi bertambah.

 

Dengan adanya instruksi dari gubernur, bupati mengajak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep untuk bersama memerangi wabah ini dan mempertahankan sebagai zona hijau.

 

Respons Cepat NU

"Kami sudah melayangkan surat edaran kepada seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumenep dan mengefektifkan fokus utamanya kepada kegiatan Satgas Covid-19 NU Sumenep", kata KH A Panji Taufiq.

 

Ketua PCNU Sumenep tersebut menegaskan bahwa inti surat edaran memuat tentang instruksi kepada segenap pengurus MWCNU, PRNU, dan Banom NU yang ada.

 

Pengurus menginstruksikan untuk melaksanakan khataman al-Quran dan meningkatkan analiah sunnah serta ibadah lainnya, contohnya dengan memperbanyak membaca shalawat Tibbil Qulub dan qunut nazilah. 

 

“Sedangkan bagi pengurus MWCNU, hukumnya wajib untuk membentuk Satgas Covid-19 dengan memprioritaskan pada bidang kesehatan, penyadaran kepada masyarakat tentang bahaya dan penanggulangannya serta mengupayakan ketahanan pangan di wilayahnya," ujar Kiai Panji, sapaan akrab.

 

Pragaan Siaga

Surat edaran bernomor 529/PC/A.II/L.37/IV/2020 mampu direalisasikan segenap pengurus MWCNU se-Kabupaten Sumenep, salah satunya MWCNU Pragaan yang selalu menjadi garda terdepan dalam pencegatan dan pendataan para perantau yang pulang kampung.

 

"Alhamdulillah, setiap Ranting NU se-Kecamatan Pragaan mampu memahami instruksi PBNU. Sudah banyak Ranting melakukan istighasah, penyemprotan disinfekta, pendataan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pelosok pedesaan," ungkap KH A Junaidi Mu'arif saat dimintaai keterangan.

 

Ketua MWCNU Pragaan ini sudah membentuk tim Satgas Covid-19 dimana mereka selalu istikamah stand by di posko bersama tim pemerintah Kabupaten Sumenep yang didominasi oleh tenaga medis dan aparat keamanan.

 

Banser yang di bawah komando Ansor serta CBP yang di bawah komando IPNU, selalu aktif saat membantu tim Satgas Covid-19 yang dipusatkan di Desa Sentol Laok. Sedangkan PAC Fatayat NU Pragaan berikhtiar dengan membuat dan memperbanyak membuat masker untuk dibagikan kepada masyarakat.

 

Kontributor: Firdausi
Editor: Syaifullah
 

Bank Jatim (31/7)