Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Belajar Memahami Definisi Santri yang Penuh Makna

Belajar Memahami Definisi Santri yang Penuh Makna
Kegiatan Rihlah Kesantrian MWC NU Pragaan di LPI Nurul Ihsan Sentol Daya, Sabtu (17/10/2020). (Foto: NOJ/ Ach Khalilurrahman).
Kegiatan Rihlah Kesantrian MWC NU Pragaan di LPI Nurul Ihsan Sentol Daya, Sabtu (17/10/2020). (Foto: NOJ/ Ach Khalilurrahman).

Sumenep, NU Online Jatim

Dalam kehidupan sehari-hari kita tentu sering mendengar kata "santri", lebih-lebih menjelang perayaan Hari Santri tanggal 22 Oktober. Meskipun demikian, hanya sedikit orang yang mengetahui pengertian dari kata tersebut. Akibatnya, kata santri mengalami perubahan dan penyempitan makna sehingga jauh berbeda dengan definisi aslinya. Banyak yang beranggapan bahwa santri itu adalah orang yang bermukim dan belajar di pesantren, padahal sebenarnya tidaklah begitu.

 

Untuk meluruskan pemahaman tersebut, Imam Sutaji menguraikan secara panjang lebar terkait definisi santri yang sebenarnya kepada seluruh siswa LPI Nurul Ihsan Sentol Daya dalam kegiatan Rihlah Kajian Kesantrian Sabtu (17/10/2020) pagi tadi. Dalam pemaparannya itu, Wakil Ketua MWC NU Pragaan, Kabupaten Sumenep ini mengatakan bahwa santri itu adalah singkatan. "Jika ditulis dalam bahasa Arab, santri ini merupakan singkatan," ujarnya sebelum mengawali pembahasan.

 

"Sin-nya adalah salikun ilal khair artinya orang yang berjalan menuju kebaikan. Nun-nya Naibun 'anil masayikh pengganti kiai. Huruf ta'-nya berarti tarikun 'anil ma'ashi yaitu orang yang meninggalkan maksiat. Sementara huruf ra' memiliki arti Raji rahmatallah, orang yang selalu mengharapkan rahmat Allah. Sedangkan pada huruf ya' mengandung kata yarju salamah mengharap keselamatan," jelas instruktur Pelatihan Kader Penggerak NU Jawa Timur itu

 

 

Dosen Institut Sains dan Teknologi Annuqayah ini juga menyampaikan definisi santri menurut KH. Saifuddin Zuhri. "Menurut beliau, kata santri berasal dari bahasa Inggris sun dan three, artinya tiga cahaya. Hal ini karena santri itu suci dalam tiga hal, yaitu akidah, syariat, dan akhlak."

 

Terkait dengan hari santri, alumni Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Selatan ini mengatakan bahwa hal tersebut merupakan balas jasa pemerintah atas peran perjuangan para santri, baik secara fisik maupun pemikiran. Secara fisik, santri telah terlibat dalam banyak peperangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, sedangkan dari segi pemikiran, santri telah mampu menyatukan antara kehidupan beragama dan bernegara.

 

"Santri di Indonesia sudah paham bagaimana cara beragama dan bernegara tanpa memisahkan satu sama lain. Padahal dua hal tersebut hingga saat ini masih dipertentangkan di negara-negara timur tengah yang mayoritas beragama Islam," pungkasnya.

 

 

Kontributor : Ach. Khalilurrahman

Editor : Romza

PWNU Jatim