Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Bercocok Tanam di Perkotaan, Pesantren di Surabaya Gunakan Hidroponik

Bercocok Tanam di Perkotaan, Pesantren di Surabaya Gunakan Hidroponik
Hasil bercocok tanam hidroponik Pesantren Yatim Himmatun Ayat Surabaya. (Foto: NOJ/opopjatim)
Hasil bercocok tanam hidroponik Pesantren Yatim Himmatun Ayat Surabaya. (Foto: NOJ/opopjatim)

Surabaya, NU Online Jatim

Bercocok tanam tidak hanya digemari oleh masyarakat pedesaan tapi kini juga diminati oleh kaum perkotaan. Namun seringkali masyarakat perkotaan kesusahan mencari lahan untuk bercocok tanam. Menanggapi hal tersebut, Pondok Pesantren Yatim Himmatun Ayat Surabaya memberi solusi dengan bercocok tanam menggunakan hidroponik.

 

Budi Hartoyo, Ketua Pesantren Yatim Himmatun Ayat mengatakan ide ini berawal dari kegiatan berjemur untuk meningkatkan imun di saat pandemi ini. Kemudian muncul inspirasi untuk mengembangkan hidroponik dan memanfaatkan lahan di tempatnya. Nyatanya kegiatan ini pun mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah untuk perekonomian pesantren.

 

“Pandemi ini kita mulai fokus ke bidang pertanian termasuk hidroponik itu. Di kota ini untuk cari lahan luas itu sulit, dan kita ada lahan seadanya. Dan Covid-19 ini membuat kita harus sering berjemur. Ketika berjemur tersebut kita manfaatkan untuk berkegiatan hidroponik,” ujarnya kala itu di sela acara Kopilaborasi Sambang Pesantren di Mojokerto.

 

Ia menjelaskan saat ini sudah banyak tanaman hidroponik di lahannya, yang ia kembangkan bersama para santri. Seperti bayam brazil, sayur kangkung, dan sayur sawi, yang dipanen setiap 25 hari sekali. Untuk per kilonya bisa mencapai Rp 20.000. Selain itu, usaha lainnya yang sudah berjalan adalah menjual lele.

 

“Alhamdulillah permintaan cukup banyak untuk ikan lele. Dulu yang jualan hanya satu tempat, sekarang kita bisa di tiga pasar,” terangnya.

 

Pihaknya juga memaparkan jika selain belajar, kegiatan para santri juga diisi dengan berwirausaha. Tentu bukan tanpa alasan. Budi berharap, kelak santri yang dididiknya itu bisa menjadi sosok yang mandiri.

 

“Lahir dari gerakan sosial, Pesantren Yatim Himmatun Ayat (Himpunan Muslim Penyantun Anak Yatim Anak Terlantar) menjadikan pesantren ini mempunyai latar belakang para santri yang cukup menarik, dan menjadi tantangan tersendiri untuk melatih santri mandiri lewat wirausaha. Alhamdulillah hasil cocok tanam hidroponik para santri ini sudah punya pasar tersendiri, khususnya banyak permintaan dari café,” harapnya.

 

Hadirnya One Pesantren One Product (OPOP) Jatim, Budi Hartoyo merasa bersyukur adanya program prioritas Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

 

“Alhamdulillah OPOP sangat membantu pesantren yang ada di Jatim untuk melek ekonomi dan berdikari,” pungkasnya.

Bank Jatim (31/7)