Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Berdakwah untuk Milenial Bisa dengan Musik

Berdakwah untuk Milenial Bisa dengan Musik
Muntahibun Nafis, salah satu Dosen IAIN Tulungagung yang menggunakan musik sebagai sarana dakwah. (Foto: NOJ/ Marisa Khoirila)
Muntahibun Nafis, salah satu Dosen IAIN Tulungagung yang menggunakan musik sebagai sarana dakwah. (Foto: NOJ/ Marisa Khoirila)

Trenggalek, NU Online Jatim

Musik bukan saja perihal seni, hiburan, dan pasar. Sebagai da’i nahdliyin musik bisa menjadi sarana berdakwah. Hal ini sebenarnya sudah dicontohkan Walisongo saat berdakwah tentang Islam di Indonesia pada masanya. Bahkan bisa dengan mudah diterima hingga berkembang pesat seperti sekarang.

 

Langkah dakwah Walisogo dengan memanfaatkan musik itu ditiru salah satu Dosen IAIN Tulungagung, Muhammad Muntahibun Nafis.

 

Baginya, musik juga merupakan media dakwah yang penting dan sangat berperan sehingga dimensi ini perlu diperhatikan. "Konteks dakwah, menurut saya sangat berperan (musik) besar ya. Bahkan saya lebih cenderung menggunakan musik juga untuk dakwah," ungkapnya kepada Nu Online Jatim, Selasa (09/03/2021).

 

Menurut Nafis, musik adalah ungkapan rasa yang berkaitan dengan jiwa, hati dan perasaan seseorang. Terlebih jika jamaah atau yang dihadapi adalah kalangan milenial. Musik menjadi saluran penting dalam dakwah untuk mengajak mereka tertarik pada nilai-nilai agama.

 

 

"Berbagai jenis musik dapat menjadikan dakwah bervariasi. Kita harus relevan. Gak ngawur dan asal-asalan memilih jenis musik. Karna saya sering berdakwah di lingkungan milenial, saya biasanya menggunakan musik campursari yang isinya shalawat atau syair-syair religi. Jadi lebih sampai kepada  mereka sesuai kemampuan atau pemahaman mereka," ungkapnya.

 

Editor: Romza

Bank Jatim (31/7)