Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Berhasil Kendalikan Covid-19, Nurul Jadid Paiton Dinobatkan Pesantren Terbaik

Berhasil Kendalikan Covid-19, Nurul Jadid Paiton Dinobatkan Pesantren Terbaik
Istimewa
Istimewa

Surabaya, NU Online Jatim

Selama Pandemi Covid-19 Pondok Pesantren sudah terlibat dalam melakukan penanganan. Upaya pencegahan dan pengendalian yang dilakukan tidak hanya di lingkungan pondok, namun Satuan Tugas (Satgas) Pesantren di berbagai pesantren banyak yang terlibat hingga ke masyarakat.

 

Sehingga sudah sepantasnya ketika Satgas NU Peduli Covid- 19 memberikan apresiasi kepada pesantren yang aktif terlibat dalam pengendalian Covid-19. Supaya peran serta pesantren semakin aktif melakukan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 yang hingga kini kasusnya masih tinggi di Indonesia.

 

Untuk itulah, dari sekian banyak pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo dinobatkan sebagai pesantren terbaik dalam penanganan Covid-19 tingkat nasional dari Satgas NU Peduli Covid-19.



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan bahwa Pesantren Nurul Jadid masif dan gigih dalam mengendalikan penyebaran virus yang tengah menjadi pandemi tersebut.

 

"Nurul Jadid yang paling masif, paling gigih membangun gugus tugas dan berhasil andil mengendalikan, meminimalisir tersebarnya Covid-19 ini," ujarnya secara virtual sebagaimana dilansir dari NU Online, Kamis (07/01/2021).

 

Kiai Said berharap pesantren lain dapat mencontohnya dengan mengaktifkan sosialisasi kepada santri dan masyarakat tentang bahaya dan cara penanggulangannya. "Mari kita sosialisasikan bahwa Covid-19 ada. Bahaya. Bukan omong kosong. Saya menyayangkan yang masih menganggap Covid-19 tidak ada," katanya.



Ketua Satuan Tugas Covid-19 PBNU dr Makki Zamzami menyampaikan bahwa apresiasi terhadap kerja-kerja Satgas Pesantren sangat diperlukan sebagai motivasi untuk pesantren lainnya.

 

Pemilihan Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai terbaik karena telah mendapatkan nilai terbaik dalam enam kriteria yang ditetapkan, yakni (1) memiliki satgas, (2) melakukan upaya pencegahan, (3) mitigasi maksimal, (4) perubahan perilaku, (5) kemandirian, dan (6) dampak positif untuk pesantren dan masyarakat sekitar.



"Banyak pesantren calon nominator cukup baik dalam penanganan Covid-19. Dalam penghitungan poin, Pesantren Nurul Jadid menjadi nominator dengan angka tertinggi," ujarnya.

 

Dokter Makky berharap pesantren-pesantren lainnya dapat membantu menangani Covid-19 di pesantren dan masyarakat sekitar. Sebab, menurutnya, pesantren merupakan cerminan kesehatan masyarakat.

 

Para santri menjadi agen yang mendorong perubahan kesehatan masyarakat. "Harapan kami kita bisa terlepas dari pandemi ini. Ini harapan jangka panjang bahwa pesantren ke depan akan menjadi pesantren sehat, santri kuat, indonesia maslahat," katanya.



Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid menyampaikan bahwa pembentukan satgas bersamaan waktunya dengan pengumuman masa darurat dari pemerintah, yakni pada pertengahan Maret 2020. Penghargaan tersebut, lanjutnya, merupakan hasil dari kekompakan seluruh pihak yang bekerja sama dengan baik, mulai dari santri, wali santri, guru, dan masyarakat.

 

Kiai Hamid menegaskan akan terus berkontribusi dan akan terus belajar mengingat prediksi selesai Covid-19 masih belum tentu, bahkan hingga dua tahun. "Kita akan terus merencanakan dan menata sampai tuntas," ujarnya.

 

 

Adapun Direktur Klinik Az-Zainiyah Nyai Hj Khodijatul Qadriyah menegaskan bahwa apa yang dilakukan ini adalah bentuk panggilan tugas pengabdian. "Bentuk pelayanan panggilan yang sudah murni terpanggil sebagai tugas," pungkasnya

PWNU Jatim