Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Berikut Bacaan Niat Puasa Rajab

Berikut Bacaan Niat Puasa Rajab
Niat puasa Rajab bisa dibaca saat malam, juga sebelum waktu Dluhur. (Foto: NOJ/IIo)
Niat puasa Rajab bisa dibaca saat malam, juga sebelum waktu Dluhur. (Foto: NOJ/IIo)

Menurut kalender yang beredar di pasaran, bulan Rajab akan masuk pada Jumat (12/02/2021). Dengan demikian hari ini sudah masuk di bulan mulia tersebut. Dan salah satu yang disarankan adalah dengan puasa.

 

Mengapa dianjurkan puasa pada bulan Rajab? Mengingat besarnya keutamaan puasa sunah di bulan tersebut. Tetapi kita juga dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Rajab di malam harinya.

 

Berikut ini lafal niat puasa Rajab:

 

 نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

 

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT.

 

Artikel diambil dariIni Lafal Niat Puasa Rajab

 

Orang yang ingin berpuasa sunah Rajab di siang hari tetapi tidak sempat melafalkan niat dan berniat puasa di malam harinya boleh menyusul pelafalan niat dan memasang niat sunah puasa Rajab seketika itu juga.

 

Kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak Subuh.

 

Berikut ini lafal niat puasa sunah Rajab di siang hari:

 

 نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

 

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

 

Artinya: Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT.

 

 

Puasa di bulan Rajab dianjurkan. Pasalnya, kita dianjurkan berpuasa sunah pada bulan-bulan agung menurut agama sebagai keterangan Syekh Nawawi Banten berikut ini:

 

والعاشر صوم أيام الأشهر الحرم وهي أربعة المحرم ورجب وذو القعدة وذو الحجة. وأفضل الشهور رمضان ثم المحرم ثم رجب ثم ذو الحجة ثم وذو القعدة ثم شعبان. وظاهر كلامهم أن باقي شهور السنة على حد سواء

 

Artinya: Kesepuluh puasa pada bulan-bulan terhormat, yaitu empat bulan: Muharram, Rajab, Dzulqa‘dah, dan Dzulhijjah. Bulan paling utama adalah Ramadhan, kemudian Muharram, lalu Rajab, selanjutnya Dzulhijjah, kemudian Dzulqa‘dah, lalu Sya‘ban. Ucapan mereka dilihat secara zahir mengatakan bahwa pada bulan selain yang disebutkan kesunahannya sama.  (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 192).

 

Dari keterangan ini dapat disimpulkan bahwa kita dianjurkan berpuasa sunah pada bulan Muharram, Rajab, Dzulqa‘dah, Dzulhijjah, dan Sya‘ban. Wallahu a’lam.​​

Iklan promosi NU Online Jatim