Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Berkeinginan Poligami? Berikut Saran Ustadz Alumni Ploso

Berkeinginan Poligami? Berikut Saran Ustadz Alumni Ploso
Mau poligami? Banyak yang harus disiapkan. (Foto: NOJ/Siskadwyta)
Mau poligami? Banyak yang harus disiapkan. (Foto: NOJ/Siskadwyta)

Pembicaraan terkait poligami alias menikah lebih dari satu istri sangat diminati. Ada yang telah berani melakukannya, namun yang lebih banyak hanya berwacana.

 

Sebutan sebagai ISTI atau Ikatan Suami Takut Istri sudah jamak didengar. Membagi sejumlah gambar perempuan di grup pertemanan maupun media sosial seakan menjadi pemandangan harian. Toh ujung-ujungnya tetap semata berwacana semata.

 

Terkait hal ini, suatu ketika Ustadz Ma’ruf Khozin menimpali diskusi keinginan berbagai kalangan untuk menikah lebih dari sekali.

 

“Saya punya teman gagah dan ganteng, kaya lagi,” kata alumnus Pesantren Ploso Kediri tersebut.

 

Akhirnya yang bersangkutan melakukan poligami. Menikahi perempuan yang sejak lama diincar, tentu saja dengan standar yang lebih ‘baik’ dari istri pertama.

 

Keputusan  tersebut tentu saja disambut marah luar biasa dari istri pertama. Siapa perempuan yang mau dimadu? (bagaimana kalau diracun? Ha ha). Namun sang suami tidak peduli, kafilah tetap berlalu walaupun anjing menggonggong.

 

Bayangan dapat melangsungkan hidup dengan penuh suka cita ada di benak sang suami. Lagu Madu Tiga yang dinyanyikan Ahmad Dani menemani lamunannya.

 

Tapi siapa sangka? Sang suami ternyata mengalami stroke tidak lama usai akad nikah.

 

“Istri muda sudah tidak mau, karena belum merasakan lama sudah stroke. Istri tuanya tidak mau merawat karena terlanjur disakiti,” terang Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jatim tersebut.

 

Di akhir tulisannya, ustadz berkumis tipis ini memberikan saran berikut kepada mereka yang hendak poligami.

 

“Saran saya, sebelum nekat mau kawin lagi hendaknya kontrol dulu darah tinggi dan kolesterolnya,” katanya dengan terbahak.

PWNU Jatim Harlah