Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Bina Desa Nusantara, Ubah Mustahik menjadi Muzakki

Bina Desa Nusantara, Ubah Mustahik menjadi Muzakki
Penyerahan kambing bergulir. (Foto: NOJ/Husnul)
Penyerahan kambing bergulir. (Foto: NOJ/Husnul)

Pacitan, NU Online Jatim

Pengurus Wilayah (PW) NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq, Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur bekerja sama dengan Pengurus Cabang (PC) NU Care-LAZISNU Pacitan meluncurkan program Bina Desa Nusantara. Kali ini dipusatkan di Desa Sambong, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Ahad (04/04/2021).

 

Bina Desa Nusantara merupakan sebuah program yang bertujuan memberdayakan masyarakat desa. Hal ini diwujudkan dengan penyerahan sejumlah kambing kepada warga masyarakat yang berlatar belakang peternak dan petani di desa setempat secara bergulir.

 

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, untuk meningkatkan penghasilan para petani atau peternak supaya penghasilannya bertambah untuk mencukupi kebutuhan keluarga," kata Imam Mukhtar, Sekretaris PC NU Care-LAZISNU Pacitan

 

Hal serupa disampaikan oleh Moch Rofi'i Boenawi, Sekretaris NU Care LAZISNU Jatim bahwa pada prinsipnya NU Care-Lazisnu Jawa Timur ingin mengembangkan ekonomi masyarakat desa. Dimana, dari 38 kabupaten dan kota yang berada di Jawa Timur, sebagian besar masih berbentuk kabupaten.

 

"Prinsipnya, LAZISNU Jawa Timur ingin mengembangkan ekonomi umat atau ekonomi masyarakat desa. Sebab, Jawa Timur sendiri ada 38 kabupaten/kota. Oleh karena itu, pembangunan masyarakat desa ini harus kita laksanakan semaksimal mungkin," ungkap Alumnus Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo tersebut.

 

Dijelaskan olehnya, jenis dari program bantuan yang merupakan zakat produktif ini disesuaikan dengan geografis daerah setempat. Dimana hal ini merupakan kewenangan dari LAZISNU setempat.

 

"Di daerah Tapal Kuda itu mayoritas berbentuk modal usaha, di sini kami memberikan kambing.  Hal ini dikarenakan di wilayah desa banyak sawah dan tumbuh-tumbuhan," paparnya.

 

Ia berharap, bantuan program kambing bergulir ini nantinya dapat dirawat dengan baik. Sehingga penerima bantuan yang awalnya sebagai penerima zakat berubah menjadi orang yang wajib membayar zakat.

 

"Kami berharap ini dimanfaatkan dan dirawat semaksimal mungkin agar kambingnya terus beranak supaya mengangkat derajat kita semua. Sehingga yang awalnya jadi mustahik orang yang menerima zakat, ketika ada program bantua ini Insyaa Allah akan diangkat derajatnya menjadi muzakki," harapnya.

 

Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim