Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Bincang Virtual, PKPT IPNU IPPNU UIN Malang Hadirkan Influencer

Bincang Virtual, PKPT IPNU IPPNU UIN Malang Hadirkan Influencer
Kegiatan bincang-bincang virtual PKPT IPNU IPPNU UIN Malang. (Foto: NOJ/MJ)
Kegiatan bincang-bincang virtual PKPT IPNU IPPNU UIN Malang. (Foto: NOJ/MJ)

Malang, NU Online Jatim
Pandemi bukan menjadi penghalang untuk Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Putri (IPPNU) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengisi kegiatan di rumah.

 

Organisasi ini menggelar bincang-bincang virtual dengan mengusung tema kekinian 'Bagaimana Rasanya Menjadi Influencer?' dengan menghadirkan Miftahul Khafifah. Kegiatan yang digelar Senin (18/01/2021) ini disiarkan melalui streaming Instagram (IG) @ipnuippnu_uinmalang.

 

Ketua PKPT IPPNU UIN Malang, Isti Puji Rahayu mengatakan, pemilihan topik pada acara tadi malam adalah sebagai sumber pengetahuan untuk anak muda atau siapa saja yg berminat atau sekedar ingin tahu mengenai hal yang berhubungan dengan influencer.

 

"Kami sengaja tidak memilih topik berbau agama mengingat topik sejenis itu sudah sering digunakan di kegiatan PKPT. Dan kami merasa bahwa jenis pengetahuan umum seperti ini juga diperlukan," kata Isti panggilan akrabnya.

 

Dengan adanya influencer yang berlatar belakang santri sekaligus kader IPPNU pihaknya berharap akan mengubah cara berpikir maupun cara bertindak orang lain. 

 

"Tidak hanya perubahan yang bersifat komersial, akan tetapi merupakan ajang dakwah dan usaha untuk menangkal isu hoaks dan fitnah yang memenuhi timeline media sosial," imbuh mahasiswi jurusan Hukum Ekonomi Syariah ini.

 

Pada kegiatan yang dipandu oleh Nurmiati Habib ini, pemateri juga menceritakan pengalamannya selama dua tahun terakhir menjadi influencer.

 

"Menjadi influencer dapat membuat perubahan hidup, jadi kita lebih bijak bersosial media. Lalu memiliki relasi yang lebih luas. Dan dari situ saya mengetahui seluk beluk endorsment," tutur Miftah.

 

Dirinya menambahkan, pengalaman yang berkesan selain menambah teman bahkan menjadi saudara. Itu yang membuatnya merasa tidak menyangka akan terjun di dunia influencer.

 

"Terus banyak teman jadinya, yang awalnya itu sebatas partner endorsement, rekan kerja, atau owner online shop, jadi menjadi teman dan saudara kita. Itu benefit yang menguntungkan kita," terang perempuan pemilik akun Instagram @khafifah_mifta.

 

Pengalaman Mifta di dunia influencer pun tidak mulus. Di awal kariernya, akun IG  Miftah pernah di hack, namun dikonfirmasi hanya karena keteledoran sendiri.

 

"Jadi awalnya itu memang tidak ada niatan seleb. Dulu daftar emailnya ketika zaman MTs, lalu password waktu itu lupa," ungkap perempuan yang hobi travelling ini.

 

Tidak hanya itu, orang tua Mifta pun sempat merasa bingung dengan apa yang digelutinya. 

 

"Respon orang tua itu sedikit ada kebingungan. Karena orang tua belum mengerti dunia generasi millenial. Tapi dengan perlahan saya mencoba menjelaskan dan akhirnya mengerti," pungkas mahasiswi lulusan jurusan Bahasa dan Sastra Arab.

 

Penulis: Madchan Jazuli

Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim Harlah