Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Buku Panduan Ibadah Shalat bagi Nahdliyin

Buku Panduan Ibadah Shalat bagi Nahdliyin
Buku panduan bagi pelaksanaan ibadah shalat. (Foto: NOJ/Istimewa)
Buku panduan bagi pelaksanaan ibadah shalat. (Foto: NOJ/Istimewa)

Salah satu hadits menjelaskan bahwa shalat adalah tiang agama. Jadi, seorang Muslim kalau hidup tanpa shalat, ibarat bangunan, Islamnya roboh. Maka laksanakanlah shalat itu.

 

Melaksanakan shalat bukan sembarang melaksanakan. Melaksanakan shalat harus sesuai dengan aturan yang telah ditentukan dalam Al-Qur’an dan hadits. Melaksanakan shalat kalau tidak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh Al-Qur’an dan hadits, maka tidak sah. Sahnya shalat tergantung pada tatacara atau aturan yang telah ditentukan dalam Al-Qur’an dan hadits. 

 

Pertanyaannya, seperti apa shalat yang sesuai dengan aturan? Bagaimana shalat yang sesuai dengan aturan? Seperti yang telah dijelaskan dalam buku Tuntunan Shalat untuk Warga NU Dan Dalil-dalilnya, shalat secara bahasa berarti doa. Sedangkan menurut istilah ialah suatu ibadah yang terdiri dari perbuatan dan perkataan yang dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

 

Di dalam shalat ada syarat-syarat yang harus kita penuhi. Di antaranya ada syarat wajib shalat, syarat sah shalat, dan syarat diterimanya shalat. Ini yang harus diperhatikan pertama kali ketika akan melaksanakan shalat. (halaman: 34-35)

 

Yang harus menjadi catatan di sini adalah syarat wajib shalat, sah, sampai diterimanya shalat. Misalnya syarat wajib shalat sudah terpenuhi, belum tentu sah. Sahnya shalat harus juga diperhatikan. Selanjutnya,  syarat wajibnya dan syarat sahnya sudah terpenuhi, belum tentu juga diterima. Karena masih ada syarat diterimanya shalat. Intinya, yang tiga itu memang harus diperhatikan.

 

Apa saja syarat wajibnya shalat, sahnya shalat, dan diterimanya shalat? Syarat wajibnya shalat, sahnya shalat, dan diterimanya shalat ini banyak yang harus dipelajari dan tidak mungkin dimenjelaskan secara detail. Maka tidak salah kalau mengatakan bacalah buku ini.

 

Dalam buku dijelaskan secara rinci hal apa saja yang berhubungan dengan shalat. Di dalamnya terdapat dalil baik Al-Qur’an, hadist maupun kitab yang ditulis para ulama. Hadirnya buku yang ditulis oleh KH M Sholeh Qosim, dan A Afif Amrullah, itu juga menjawab aneka pertanyaan yang dilontarkan sebagian golongan umat Islam. Sebab belakangan ini shalat mulai dipertanyakan dalil-dalilnya. Hadirnya buku itu memperjelas kebenaran atau keabsahan ibadah kita. Mengenai qonut yang sangat kontroversial di kalangan umat Muslim juga dibahas dengan sangat rinci dalam buku setebal 187 itu.

 

Membaca buku itu, qanut sebagai doa yang dibaca setelah i’tidal itu tidak perlu dipertanyakan lagi tentang kesunnahannya. Semua sudah dijelaskan. Membaca bukunya tercermin sifat kehati-hatian dalam mengambil dalil baik Al-Qur’an maupun hadist. 

 

Hadits Nabi Muhammad SAW: Shalatlah seperti kalian melihat aku shalat. (HR Bukhari). Sudah jelas kalau melaksanakan shalat harus sama dengan shalat Rasulullah SAW. Permasalahannya, seperti apa shalatnya Rasulullah? Sebaiknya Anda membaca buku itu karena di dalamnya selain menjelaskan shalat juga dilengkapi gambar metode melaksanakannya. Selain itu, ibadah yang berkaitan dengan shalat, misalnya wudlu, tayamum, dan dzikir juga ada penjelasannya.

 

Membaca judul buku itu yang muncul dalam benak kita adalah gambaran shalatnya Nahdliyin. Tapi itu hanya judul bukan garis pembatas. Buku itu cocok dibaca siapa saja, termasuk warga Muhammadiyah dan seluruh orang Islam.

 

 

Data Buku 

Judul: Tuntunan Shalat untuk Warga NU Dan Dalil-dalilnya

Penulis: KH M. Sholeh Qosim, A Afif Amrullah

Penerbit: LTM-PBNU

Cetakan: VIII, Agustus 2017

Tebal: xvi + 179 hal. 14,5 x 21 cm

Peresensi: Moh. Sardiyono, alumni PP Nasy-atul Muta’allimin Gapura  Sumenep.

Pemesanan Buku: +62 856-0876-9717

Iklan Hari Santri