Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Bulan Rajab, Malaikat Mohon Ampunan untuk Umat Nabi Muhammad

Bulan Rajab, Malaikat Mohon Ampunan untuk Umat Nabi Muhammad
Ilustrasi
Ilustrasi

Trenggalek, NU Online Jatim

Banyak cerita yang mengungkapkan fadhilah Bulan Rajab. Syekh Syihabuddin Ahmad bin Salam al-Mishri al-Qulyubi as-Syafi'i atau yang mashur dengan Imam Qulyubi dalam Kitab An-Nawadzir lil Qulyubi mengungkapkan bulan Rajab malaikat memohonkan ampun untuk umat Nabi Muhammad SAW.

 

Diceritakan dari seorang pejuang, sesungguhnya yang melihat Jabal Qaf atau Gunung Qaf. Dibalik gunung tersebut ada sebuah dataran berwarna putih yang tidak ditumbuhi tumbuhan. Banyak malaikat yang memenuhi tempat tersebut. Saking banyaknya malaikat, seandainya jika jarum jatuh dari atas, maka akan mengenai salah satu malaikat.

 

Disetiap tangan malaikat, mereka membawa bendera dengan bertuliskan "Laa ilaahaillallah Muhammad Rasulullah". Malaikat berkumpul di setiap malam Bulan Rajab baik di sisi samping kanan maupun kiri Jabal Qaf.

 

Kemudian malaikat bertadhorru' (memohon) kepada Allah SWT, berdoa untuk keselamatan umat Nabi Muhammad SAW.

 

"Yaa Rabbana, irham ummata Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam wa laa ta'adzab ummata Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam" (Wahai Tuhanku, belas kasihilah ummat Nabi Muhammad SAW, dan janganlah engkau menyiksa umat Nabi Muhammad SAW). Para malaikat tersebut menangis seraya memohon.

 

Allah mengetahui ihwal tersebut bertanya: " Apa yang engkau harapkan?"

 

"Kami hanya menginginkan ampunan untuk umat Nabi Muhammad SAW," balas Malaikat. Kemudian Allah menjawab:" Sungguh aku telah mengampuni Umat Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam."

 

Banyak istilah penamaan Bulan Rajab, menurut Sayyid Abu Bakar Utsman bin Muhammad Syatho ad-Dimyathi as-Syafi'I yang masyhur dengan julukan al-Bakri dalam Kitab I’anatutholibien, Juz II menamakan “Al-Ashab” yang mengisyaratkan untuk meningkatkan kebaikan, tidak adanya peperangan yang terdengar. Ada juga yang mengistilahkan “Rajimun” yang bermakna dirajamnya musuh-musuh dan syaitan-syaitan sehingga tidak bisa mengganggu dan menyakiti para wali dan orang shalih.

 

Sedangkan Syaikh Utsman bin Hasan bin Ahmad Syakir al-Khubari dalam Kitab Durratun Nasiqien di halaman 41 bahwa diceritakan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SWT bersabda “Barangsiapa shalat Maghrib di bulan Rajab pada rakaat pertama membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlas dan sampai salam, maka Allah SWT akan menjaganya dan keluarganya dari bala’ dunia dan siksa akhirat”.

 

Kemudian Diceritakan dari Sayyidah ‘Aisyah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda “Di hari kiamah setiap orang merasakan lapar, kecuali para anbiya’, pengikut anbiya’, dan orang yang berpuasa Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Mereka tidak akan merasakan lapar dan haus sama sekali.”

 

Penulis: Madchan Jazuli

Editor: Romza

F1 Promosi Iklan