Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Bupati Bangkalan Jelaskan Proses Gelar Pahlawan untuk Syaikhona Kholil

Bupati Bangkalan Jelaskan Proses Gelar Pahlawan untuk Syaikhona Kholil
Seminar untuk gelar pahlawan nasional bagi Syaikhana Kholil di Unisma. (Foto: NOJ/Hilya)
Seminar untuk gelar pahlawan nasional bagi Syaikhana Kholil di Unisma. (Foto: NOJ/Hilya)

Malang, NU Online Jatim

Ikhtiar memperoleh gelar pahlawan nasional untuk Syeikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif Basyaiban al-Bangkalan al-Maduri al-Jawi as-Syafi’i atau dikenal dengan Syaikhana Kholil Bangkalan sudah diperjuangkan sejak 2019.

 

Proses pengusulan ini telah menghasilkan beberapa hal penting. Dari agenda seminar, kajian biografi, serta rekam jejak perjuangan Syaikhona Kholil untuk bangsa dan  negara.

 

Dalam rangka turut berkontribusi atas proses pengusulan tersebut, Ikatan Mahasiswa Bangkalan (Imaba) Malang Raya turut mendukung dengan tim pengusul. Mereka hadir dalam webinar dengan tema ‘Refleksi Sejarah Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai Guru dari Para Guru’.

 

Acara secara offline diadakan di gedung Pusat Studi Jawa Timur lantai 3 gedung Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (18/02/2021).

 

Abdul Ghoni selaku ketua panitia menyatakan tujuan diadakan webinar dalam  rangka mendukung pengusulan Syaikhona Kholil menjadi pahlawan nasional. Dan tokoh yang diundang adalah H Abdul Lathif Amir Imron selaku Bupati Bangkalan, KH Marzuki Mustamar yang merupakan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Hadir pula Mas’ud Said selaku Direktur Pascasarjana Unisma, dan Muhaimin selaku ketua pengusul.

 

Bupati Bangkalan menyampaikan dukungannya terhadap proses pengusungan gelar pahlawan nasional kepada Syeikhona Kholil Bangkalan.

 

“Saya sangat mendukung pengusungan nama Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai pahlawan nasional. Dukungan ini bukan semata-mata karena saya dzurriyah, tapi juga karena banyak pertimbangan yang lebih luas,” katanya.

 

Ra Lathif sapaan akrabnya mengatakan bahwa Syaikhona Kholil merupakan ulama besar yang membimbing untuk cinta Tanah Air.

 

“Syaikh Kholil mengajarkan kita untuk membela Tanah Air karena hal tersebut adalah bagian dari iman. Lantaran beliau juga banyak lahir tokoh besar di antaranya KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Chasbullah, KH As’ad Syamsul Arifin dan lain-lain,” terangnya.

 

Dengan demikian, pengusulan nama Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai pahlawan nasional memang pantas diperjuangkan. “Walau saya yakin beliau tidak mengharapkan penghormatan gelar pahlawan, tetapi ini menjadi kewajiban kita dan negara untuk memberikan gelar pahlawan sebagai rasa syukur sekaligus teladan untuk berbakti dan berjuang kepada negara,” urainya.

 

Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan tersebut berharap penganugerahan dapat diterima pada hari pahlawan tahun 2021.

 

“Dampak pengangkatan sebagai pahlawan nasional bagi masyarakat akan menjadi pemantik tersendiri agar meneladani yang telah dilakukan Syaikhona Kholil baik dari segi pendidikan, ekonomi, dan sosial,” tuturnya.

 

Dirinya menambahkan bahwa Syaikhona Kholil adalah penentu lahirnya Nahdlatul Ulama, sedangkan kiprah jamiyah ini untuk Indonesia tidak perlu diragukan lagi baik sebelum merdeka hingga saaat ini.

 

“Beliau adalah guru dari para guru. Dukungan harus datang tidak  hanya dari warga Bangkalan, tapi seluruh Nusantara,” pungkasnya.

 

Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah membentuk tim dengan melakukan kajian dan seminar yang selanjutnya mengirim proposal pengusulan sebagai pahlawan nasional. Dimulai dengan Pemerintah  Provinsi Jawa Timur hingga pemerintah pusat.

 

Editor: Syaifullah

F1 Promosi Iklan