Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Catatan Setahun Virus Corona di Pesantren

Catatan Setahun Virus Corona di Pesantren
Protokol kesehatan di Pesantren Tambakberas, Jombang melibatkan banyak pihak. (Foto: NOJ/ISt)
Protokol kesehatan di Pesantren Tambakberas, Jombang melibatkan banyak pihak. (Foto: NOJ/ISt)

Tidak terasa, setahun sudah pandemi ini membersamai kita. Dan sudah banyak penyesuaian diri yang dilakukan atas kondisi ini. Kita di pondok pesantren juga tidak kalah repotnya menghadapi musibah ini dengan upaya-upaya mandiri untuk melindungi puluhan ribu penghuninya mulai dari kiai, ustadz, ustadzah maupun santrinya.

 

Mitigasi bencana sudah kita lakukan sejak awal dengan mengambil aneka kebijakan yang extraordinary dan penuh risiko. Mulai dari mengarantina santri dan meliburkan semua aktifitas pembelajaran di madrasah sampai memulangkan semua santri agar lebih terpantau dan terjaga kesehatannya disamping orang tuanya. Juga menyamakan persepsi para pengasuh atas pandemi ini agar kebijakan yang diambil yayasan bisa efektif didukung bersama. Tidak ketinggalan beragam aturan teknis terkait aktifitas para santri yang dibuat ketat.

 

Kegiatan Ramadlan di pesantren yang biasanya semarak, tiba-tiba tahun kemarin menjadi senyap. Suasana pesantren sunyi hanya ada kiai ibu nyai yang ngaji di ndalemnya masing-masing di hadapan handphonenya yang menyala untuk menyiarkan pengajian itu di laman media sosial.

 

Setelah libur 3 bulan (April hingga Juni 2020) akhirnya pesantren dibuka kembali dan santri diperkenankan kembali secara bertahap dengan prosedur kesehatan yang ketat. Puluhan ribu santri kembali ke pondok meski mereka sadar bahwa ketika harus kembali ke pondok itu madrasah tidak membuka Kegiatan Belajar Mengajar tatap muka, hanya ada belajar secara dalam jaringan (daring) dan pengajian diniyah sambil menikmati karantina mikro berbasis asrama. Mereka benar-benar merasakan mondok di tengah pandemi yang terkurung di asrama dan tidak tahu sampai kapan karantina mikro itu dilonggarkan.

 

Para pengasuh, pengurus yayasan dan satgas anti covid berjibaku menjaga keamanan dan ketertiban santri agar karantina mikro dan protokol kesehatan selama di asrama itu berjalan sesuai rencana. Tidak sedikit kita bertengkar karena rasa lelah yang menghampiri di tengah menjalankan tanggung jawab tersebut.

 

Edukasi kepada semua elemen pesantren juga kita lakukan untuk menyamakan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menghindari dan mencegah cluster penularan virus Covid-19, para pengurus asrama juga dibuatkan grup WhatsApp khusus untuk memantau kondisi kesehatan semua santri. Ketika ada elemen pesantren itu terindikasi Covid-19 memang sempat terjadi kepanikan, tetapi atas kerja sama banyak pihak akhirnya kepanikan itu bisa ditangani dan dampak penularannya bisa diminimalkan.

 

Kita terapkan lockdown berbasis asrama apabila ada salah satu elemen di asrama itu terkonfirmasi. Para wali santri pun sangat pengertian dan kooperatif atas kebijakan pesantren yang diterapkan selama pandemi. Ala kulli hal, alhamdulillah, semua aman terkendali.

 

Semoga setelah vaksin ini mulai diberikan kepada masyarakat, suasana pandemi menjadi berkurang, sehat semua dan aktifitas belajar bisa berangsur-angsur dinormalkan. Amin.

 

KH Wafiyul Ahdi adalah Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

PWNU Jatim