Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Cerita Abd Aziz Warga Sumenep Sembuh dari Covid-19

Cerita Abd Aziz Warga Sumenep Sembuh dari Covid-19
Abd Aziz akhirnya dinyatakan sembuh dari virus Corona. (Foto: NOJ/Mahrus A)
Abd Aziz akhirnya dinyatakan sembuh dari virus Corona. (Foto: NOJ/Mahrus A)

Sumenep, NU Online Jatim
Selama 40 hari menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh Anwar Sumenep, pasien Covid-19 dinyatakan sembuh. Adalah Abd Aziz akhirnya dinyatakan sembuh, serta berkesempatan berbagi cerita selama dalam masa penyembuhan. 

 

"Selama bulan Ramadlan saya tetap berpuasa penuh bahkan mampu mengkhatamkan al-Quran sebanyak lima kali," katanya kepada NU Online Jatim, Kamis (4/6). 

 

Disampaikannya bahwa selama Ramadlan, dirinya dilayani secara baik oleh tenaga medis yang bertugas. Bahkan saat sahur, menu santapan sahur diantar sesuai standar kesehatan yang berlaku. 

 

Abd Aziz berkeyakinan bahwa ikhtiar secara batin dan lahir saling berkaitan tanpa harus mengenyampingkan salah satunya. Seperti dengan memperbanyak konsumsi vitamin, memperkuat ketahanan tubuh, hingga mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

 

“Kunci melawan Covid-19 selain meningkatkan imun tubuh juga jangan sampai stres,” jelasnya. Karena itu selama selama diisolasi, hal paling pertama yang dilakukan adalah bagaimana pikiran tidak stres apalagi berada di dalam ruangan sendiri, lanjutnya. 

 

Dirinya bersyukur selama isolasi tetap berkomunikasi dengan teman dan keluarga walau hanya secara virtual. Hal tersebut sebagai upaya menghilangkan kesumpekan diri. 
Selain dengan cara medis, untuk sembuh Abd Aziz mengatakan ada kekuatan dari doa para ulama khas Jombang yang berbentuk air yang dikirim kepadanya. 

"Saya juga sering minum air zam-zam dengan keyakinan masih belum terkontaminasi," ungkapnya. 


Baginya, Covid-19 bukan aib, tetapi tetap waspada dengan mematuhi protokol kesehatan sebagaimana disampaikan pemerintah. Dan yang juga penting adalah doa dan ketenangan jiwa.

 

"Jangan lupa tetap berdoa,” pungkasnya.

Kontributor: Mahrus Ali
Editor: Syaifullah
 

PWNU Jatim Harlah