Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Cerita Dosen Pesantren Krempyang, Suka Menulis Kini Terbitkan Puluhan Buku

Cerita Dosen Pesantren Krempyang, Suka Menulis Kini Terbitkan Puluhan Buku
Mukani (kanan) saat di salah satu acara. (Foto: Istimewa)
Mukani (kanan) saat di salah satu acara. (Foto: Istimewa)

Nganjuk, NU Online Jatim

Menulis sudah menjadi aktivitas sehari-hari bagi Mukani. Bahkan dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Pondok Pesantren Krempyang, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk tersebut menjalaninya sejak masih mahasiswa.

 

Pria berusia 40 tahun ini mengaku, ketertarikannya menulis muncul saat masih kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya. Saat itu ia menulis artikel di Tabloid Solidaritas, terbitan Badan Eksekutif Mahasiswa kampus.

 

“Honor pertama yang saya terima saat itu dua puluh ribu lalu berkembang ke media massa lokal hingga nasional,” ungkapnya kepada NU Online Jatim, Rabu (22/09/2021).

 

Dikisahkan, motivasinya menulis tumbuh karena kondisi ekonomi keluarga. Ia terpaksa menjadi penulis karena tidak ingin membebani orang tuanya yang tinggal di desa. Tepatnya di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.

 

Namun, akhirnya kebiasaan menulisnya itu sudah berubah menjadi hobi bahkan hingga sekarang.

 

“Awal mulanya adalah keterpaksaan ekonomi karena kuliah tidak hanya bergantung kepada orang tua di desa. Akhirnya ketagihan hingga sekarang untuk terus menulis karena sudah jadi hobi,” terangnya.

 

Menurut Mukani, dengan menulis semua orang dapat menyampaikan uneg-uneg dan idenya untuk dipahami orang banyak.

 

“Ada kepuasan batin tersendiri saat karya kita diterbitkan. Itu yang tidak bisa dinilai dengan uang,” jelasnya.

 

Buah manis dipetik pria yang kini berdomisili di Desa Kayangan Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang ini dari menulis buku. Setidaknya 21 buku sudah diterbitkan dari hasil tulisannya sejak tahun 2004 hingga sekarang.

 

“Di tahun 2021 ini saja, sudah ada 6 judul yang saya terbitkan. Itu belum ditambah beberapa naskah buku yang masih belum dipublikasikan ke penerbit,” tuturnya.

 

Mukani makin bersemangat menularkan kemampuan menulis karena didukung Asosiasi Penulis dan Peneliti Islam Nusantara Seluruh Indonesia (Aspirasi).

 

Menjadi dosen sekaligus penulis membuat Mukani laris mengisi seminar dan menjadi pelatih di banyak daerah. Ia memang ingin menularkan kebiasaan menulis kepada para guru dan masyarakat luas.

 

“Terlebih pada masa sekarang, kemampuan menulis sangat dibutuhkan oleh banyak pekerjaan. Mari terus belajar dan selalu mencoba,” ujar pengurus Lembaga Ta’lif wa Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Timur ini.

 

 

Mukani mengajak generasi muda lebih giat menulis. Menurutnya era industri dan digital seperti sekarang tradisi literasi sangat dibutuhkan sehingga tidak mudah terjebak informasi hoaks.  

 

“Profesi menulis itu tidak akan mungkin tergantikan oleh kecanggihan teknologi, sampai kapanpun,” tandasnya.

 

Penulis: Hafidz Yusuf

Editor: Romza


Editor:
F1 Bank Jatim