Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Cerita Haru Sopir Ambulans LAZISNU di Sidoarjo

Cerita Haru Sopir Ambulans LAZISNU di Sidoarjo
Ambulans LAZISNU Waru Sidoarjo yang dibeli dengan iuran Nahdliyin. (Foto: NOJ/SA)
Ambulans LAZISNU Waru Sidoarjo yang dibeli dengan iuran Nahdliyin. (Foto: NOJ/SA)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 memantik kekompakan warga untuk saling membantu. Warga Nahdlatul Ulama pun demikian. Di Kecamata Waru, misalnya, warga NU menyisihkan sebagian rezekinya untuk dibelikan ambulans yang kemudian dioperasikan LAZISNU setempat untuk melayani warga yang membutuhkan.

 

Ambulans tersebut diresmikan pada malam Lailatul Ijtima’ di kantor Majelis Wakil Cabang NU Waru baru-baru ini.  

 

"Kita patut bersyukur kepada Allah SWT di mana dalam masa pandemi Covid-19 ini kebutuhan  mobil ambulanssangat diperlukan masyarakat dan sekarang kita persembahkan satu unit mobil ambulans untuk melayani umat," kata Ketua MWCNU Waru Kiai Fahrur Rozi kepada NU Online Jatim, Ahad (01/08/2021).

 

Ia menjelaskan, pengadaan ambulans hasil jerih payah pengurus UPZIS LAZISNU Waru yang menghimpun dana dari urunan Nahdliyin setempat. Ia mengimbau kepada warga yang mampu untuk membantu melunasi pembiayaan mobil tersebut.

 

"Pengadaan mobil ambulans ini mendapat respons positif dari semua elemen masyarakat karena sangat vital keberadaanya untuk mengantar orang sakit dan meninggal dunia imbuhnya," ujar Kiai Fahrur.

 

Sopir ambulans bernama Ahmadan dan Musthofa mengaku terharu dengan adanya ambulans baru tersebut. Sebab, permintaan warga untuk mengantarkan orang sakit maupun jenazah belakangan ini memang banyak. Pernah Ahmadan merasa sedih ketika ada warga yang meminta jasa ambulans dari pihak lain untuk mengantar jenazah anggota keluarganya ke Kediri ditarik biaya Rp3 juta.

 

Karena itu, begitu ada ambulans LAZISNU, Ahmadan mengaku senang karena dengan begitu bisa melayani warga secara gratis.

 

"Kami tidak memasang tariff biaya pengantaran karena mobil ambulans ini untuk layanan umat," ujarnya.

 

Penulis: Rachmat Salam

 

Editor: Nur Faishal


Editor:
F1 PWNU Jatim