Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Cerita Kader PMII di Sumenep Ikut Wisuda Virtual di Bukit karena Jaringan Internet

Cerita Kader PMII di Sumenep Ikut Wisuda Virtual di Bukit karena Jaringan Internet
Imam Fadli Rahman saat mengikuti wisuda virtual di atas bukit karena terkendala jaringan internet di rumah, Senin 930/11/2020). (Foto: NOJ/ Mahrus Ali).
Imam Fadli Rahman saat mengikuti wisuda virtual di atas bukit karena terkendala jaringan internet di rumah, Senin 930/11/2020). (Foto: NOJ/ Mahrus Ali).

Sumenep, NU Online Jatim

Imam Fadli Rahman merupakan salah satu wisudawan Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep yang dilaksanakan secara virtual, Senin (30/11/2020).  Demi ikut acara wisuda dengan sempurna secara virtual, aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Unija ini harus naik ke perbukitan mencari signal internet.

 

Baginya, wisuda merupakan momentum langka setelah menyelesaikan masa perkuliahan. Meski masih di tengah Pandemi Covid-19, namun dirinya tetap bahagia karena telah menyelesaikan masa studi tepat waktu.

 

"Saya tetap senang dan bersyukur meskipun wisuda secara virtual. Namun tidak menghilangkan esensinya," kata Imam kepada NU Online Jatim.

 

Ia kemudian bercerita pengalamannya saat hendak mengikuti wisuda. Kesulitan jaringan internet di rumahnya di Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep cukup membuatnya khawatir. Sehingga ia harus mencari jaringan internet ke luar rumahnya, tepatnya di daerah perbukitan.

 

"Saya harus naik ke perbukitan hanya untuk mencari signal demi sebuah cita-cita," ungkap Imam dengan nada bahagia.

 

Ia mahasiswa angkatan 2016 yang telah lulus tepat waktu dengan 8 semester. Baginya, pengalamannya mengikuti wisuda sangat penting sebagai pelajaran hidup. "Ini merupakan sejarah baru bagi kami para wisudawan yang tidak bisa merayakan  secara meriah tetapi dilaksanakan secara virtual," ulasnya.

 

 

Ia berharap menjadi motivasi untuk mahasiswa lain supaya bisa menyelesaikan masa kuliah tepat waktu. Sekalipun menjadi aktivis organisasi. "Saya juga senang karena bisa membuktikan bahwa saya bisa lulus tepat waktu 4 tahun. Meski aktif berorganisasi di internal maupun eksternal," pungkas Imam.

 

Editor: Romza

Bank Jatim (31/7)