Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Cerita KH Ma’ruf Khozin soal Makna Alon Cak dan Aloncak 

Cerita KH Ma’ruf Khozin soal Makna Alon Cak dan Aloncak 
Alocak Madura dan alon cak Jawa, berbeda makna. (Foto: NOJ/Ulya)
Alocak Madura dan alon cak Jawa, berbeda makna. (Foto: NOJ/Ulya)

Apa yang ada di benak kita saat mengucapkan alocak? Cerita KH Ma’ruf Khozin ini bisa menjadi selingan, sembari menyiapkan makan atau kudapan.

 

Hal yang juga menjadi pembeda saat ngaji atau mengikuti kajian bersama KH Ma’ruf Khozin adalah referensi humor. Kendati disampaikan berulang kali, namun intonasi dan gayanya berujar yang membuat goyonan tetap mengundang tawa. Tidak garing, kata orang.

 

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jawa Timur ini menjelaskan perbedaan kata aloncak versi Jawa dan Madura. 

 

Berikut kisah tukang becak dari Madura saat mendapatkan penumpang asli Jawa.


“Orang Jawa mengucapkan aloncak ini dengan ucapan alon, cak yang bermakna pelan-pelan, mas,” kata alumnus Pesantren Ploso, Kediri ini. 

 

Suatu ketika ada orang Madura yang mengayuh becak dan orang Jawa jadi penumpang.

 

Saat jalan menurun, laju becak sangat kencang. 

 

Orang Jawa bilang: Alon, Cak! Alon Cak! 

 

Pengayuh becak pun melompat sehingga becaknya masuk ke sungai. 

 

Setelah ditanya kenapa kok melompat? 

 

Orang Madura menjawab. 

 

"Sampeyan menyuruh aloncak, ya saya aloncak." 

 

Aloncak dalam bahasa Madura adalah melompat.


Beremmah alias kados pundi?


Editor:
F1 PWNU Jatim