Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ciptakan Ruang Gerak Digital, IPNU IPPNU Bojonegoro Gelar Ngaji Media

Ciptakan Ruang Gerak Digital, IPNU IPPNU Bojonegoro Gelar Ngaji Media
Ngaji media PC IPNU IPPNU Bojonegoro. (Foto: NOJ/Luluk)
Ngaji media PC IPNU IPPNU Bojonegoro. (Foto: NOJ/Luluk)

Bojonegoro, NU Online Jatim

Keberadaan ruang maya menjadi hal yang pasti untuk kehidupan sehari-hari, termasuk memperoleh informasi, pengetahuan, bahkan pengembangan diri. Atas dasar tersebut Lembaga Pers dan Penerbitan bersama Jaringan Komunikasi dan Informasi (Jarkominfo) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) gelar Ngaji Media di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bojonegoro.

 

Menurut keterangan Abdul Aziz, Direktur Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Bojonegoro, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari sejak Sabtu hingga Ahad (27-28/03/2021). Dalam durasi dua hari tersebut, peserta diberi materi sekaligus latihan praktek sesuai bidang yang ada, yaitu menulis dan desain. 

 

"Pelaksanaan ngaji media ini terbagi menjadi dua kelas, kelas desain dan kelas menulis. Dengan konsep demikian, peserta akan lebih fokus pada bidangnya masing-masing. Karena itu, sejak dibuka pendaftaran kami meminta peserta untuk mencantumkan bidang yang akan diikuti," kata Aziz sapaan akrabnya.

 

Aziz mengungkapkan tantangan lain yang dihadapi NU hari ini adalah menyiapkan kader kader muda yang berada di sisi digitalisasi. Oleh karena itu, salah satu tujuan adanya ngaji media adalah untuk mempersiapkan para kader yang aktif dan bisa siap siaga dalam bidang garap media di IPNU IPPNU Bojonegoro.

 

"Ngaji media ini akan memberikan ruang gerak lain dari kader-kader untuk berproses. Sekaligus mengembangkan diri dalam membangun narasi ke khalayak publik yang lebih produktif dan positif," ungkap Aziz.

 

Sementara itu, Fakhrul Irfansyah Ketua PC IPNU Bojonegoro menyampaikan, istilah era post-truth atau pasca-kebenaran menjadi viral pada tahun 2019, dimana Donal Trump menjadi menjadi persiden. Di masa-masa tersebut, informasi yang kurang tepat atau Hoaks semakin mudah disebarkan dan diyakini masyarakat sebagai kebenaran. Apalagi kemunculan media sosial memperluas ruang lingkup post-truth.

 

"Karena itulah, pelatihan ini diharapkan dapat menjembatani permasalahan-permasalahan tersebut. Tidak boleh ada lagi kader IPNU IPPNU Bojonegoro yang sampai termakan hoaks," ujar laki-laki yang akrab disapa Irfan itu.

 

Editor: Risma Savhira

Bank Jatim (31/7)