Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Dari Diskusi Hardiknas PMII Pacitan: Pembelajaran Daring Tidak Efektif

Dari Diskusi Hardiknas PMII Pacitan: Pembelajaran Daring Tidak Efektif
Dialog pendidikan PC PMII Pacitan dalam rangka Hardiknas. (Foto: NOJ/R Muawanah)
Dialog pendidikan PC PMII Pacitan dalam rangka Hardiknas. (Foto: NOJ/R Muawanah)

Pacitan, NU Online Jatim

Bulan Mei terasa begitu spesial bagi bangsa Indonesia karena berbarengan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

 

Momen ini dimanfaatkan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan untuk menggelar dialog pendidikan. Kali ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Cabang Pacitan.

 

Kegiatan dengan bertajuk ‘Kebijakan Pendidikan di Kabupaten Pacitan pada Era Merdeka Belajar’ ini diikuti kader dan anggota Pengurus Komisariat (PK) PMII se-Kabupaten Pacitan, Rabu (05/05/2021).

 

Indra Hermawan, mandataris Ketua PC PMII Pacitan mengimbau kepada kader untuk aktif dalam berdiskusi. Hal tersebut supaya pemikiran dan gagasan dapat tersampaikan dengan baik.

 

“Kepada sahabat-sahabat, silakan nanti mengutarakan pendapat dan gagasannya, sehingga diskusi pada malam hari ini dapat berjalan sebagaimana umumnya,” katanya.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Daryono menjelaskan terkait sepuluh episode kebijakan merdeka belajar mulai dari penghapusan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Juga Program Organisasi Penggerak (POP) hingga kolaborasi ciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui perluasan program beasiswa.

 

“Hingga saat ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud sudah meluncurkan sepuluh episode terkait kebijakan merdeka belajar,” ungkapnya.

 

Menanggapi krisis pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai, meskipun berbagai upaya dan inovasi telah disiapkan pemerintah, menurutnya, hal ini tetap saja belum efektif. Mengevaluasi pembelajaran daring yang sudah berjalan selama kurun waktu satu tahun. Banyak penurunan dari kualitas belajar maupun pendidikan karakter pada siswa.

 

“Bukan hanya pendidikan karakter, tapi pada semua mata pelajaran mengalami penurun kualitas dan capaian kurikulum yang tidak sesuai dengan target ketika tatap muka. Memang pembelajaran secara daring itu tidaklah efektif,” terang dia.

 

Alumni Universitas Dr Soetomo tersebut menyampaikan, pemerintah membuka kesempatan yang luas bagi kader PMII yang bersedia menjadi penggerak pendidikan. Kepentingannya untuk membantu para guru di sekolah.

 

“Pemerintah sangat terbuka dengan POP, tidak terbatas pada yayasan ataupun lembaga,” pungkasnya.

 

Kegiatan yang dilaksanakan selepas shalat tarawih ini dipusatkan di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan/Kabupaten Pacitan.

 

Editor: Syaifullah

F1 Promosi Iklan